Bupati Temanggung Bersama 1800 Siswa SMK Bhumi Phala Flashmob Tari Soreng Meriahkan Parakan Night Festival

Bupati berharap siswa SMK MIPHA Parakan untuk terus membumikan dan melestarikan tarian khas ini di tengah masyarakat luas.(foto/dok)

Temanggung, Proliman News – ‎Sebanyak 1.800 siswa dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bhumi Phala (MIPHA) Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menggelar flashmob Tari Soreng secara massal untuk memeriahkan Parakan Night Ferstival 2025 pada Minggu (30/11/2025).

‎Wakil Kepala Sekolah SMK MIPHA Parakan, Eko Suseno mengatakan kegiatan ini merupakan kreatifitas anak didiknya untuk menjaga warisan budaya, tarian yang menggambarkan semangat prajurit Arya Penangsang, agar tetap relevan dan dikenal luas.

‎”Semangat Prajurit dalam gerakan energik Tari Soreng, kesenian rakyat dikenal dengan gerakannya yang energik dan penuh semangat, mencerminkan etos kerja dan keberanian masyarakat petani setempat,” katanya.

‎Ia mengatakan, melalui format flashmob yang menarik, para siswa berhasil memukau warga dan pengunjung yang datang.

‎”Iringan musik tradisional yang dipadukan dengan pengeras suara modern membuat suasana semakin semarak,” katanya.

‎Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan yang turut menari Soreng mengatakan flasmob ini menunjukkan bahwa tari tradisional itu keren dan bisa dinikmati semua kalangan, termasuk anak muda.

‎”Ini adalah bentuk nyata kecintaan generasi muda, khususnya siswa siswi SMK MIPHA Parakan terhadap kesenian daerah. Kami mendukung penuh kegiatan semacam ini, ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi dan memperkuat karakter kebangsaan,” ungkapnya.

‎Bupati berharap siswa SMK MIPHA Parakan untuk terus membumikan dan melestarikan tarian khas ini di tengah masyarakat luas.

BACA JUGA  Alumni SMA Bopkri I Yogyakarta (BOSA) Berbagi ke Tiga Panti di Dusun Boro Banjarasri Kulon Progo

‎”Melalui event maupun festival semacam ini, kita ingin membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya daerah. Ini adalah upaya konkret dalam menjaga identitas budaya, agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda, baik saat ini maupun di masa mendatang,” katanya.

Liputan : Bagus Kiswanto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *