Kulon Progo, Proliman News– Ketua Dewan Syuro PKB Kulon Progo, Nur Haris, menyatakan aneh kalau Kabupaten Kulon Progo ini miskin.
“Sangat tidak masuk akal kalau Kabupaten Kulon Progo miskin sepanjang zaman. Karena secara geografis wilayah ini ketunggon banyu ( dekat air) yakni dikitari sejumlah sungai dan memiliki samudra,” ujarnya dalam Acara Ngobrol Kocak Tentang Masa Depan Kulon Progo, Senin (18/3/2024).
Dengan posisi demikian, menurut Nur Haris Kabupaten Kulon Progo secara geografis menjadi tempat yang strategis untuk segala bentuk investasi.
“Pasti ada yang salah. Karena prinsipnya daerah ketunggon banyu (dekat air) itu makmur. Menjadi aneh jika wilayah ini menjadi kabupaten termiskin di DIY, dan kalah dengan Kabupaten Gunung Kidul,” ujarnya.
Nur Haris mennjabarkan, Kabupaten Kulon Progo sisi barat berbatasan dengan Sungai Bogowonto, artinya tanah disepanjang perbatasan itu basah, subur, dan pasti menarik untuk pariwisata.
“Karena Sungai Bogowonto ada dilembahnya Bukit Menoreh, dengan segala kelebihannya wilayah ini bagus untuk investasi pariwisata, agrobisnis, dan pangan,” ujarnya.
Kenapa tidak wilayah ini tidak makmur, tidak berpengahsilan tinggi, dan menjadi kawasan miskin bagi Kabupaten Kulon Progo. Apa yang salah ? “ tanyanya.
Ohh, ternyata daerah ini tidak memiliki akses jalan yang memadahi, tidak dikelola dengan kreatif, dan diabaikan oleh para pemilik anggran.
“Lalu sebelah timur berbatasan dengan Sungai Progo. sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Hindia, dan sebelah Utara berbatasan denga perbukitan Menoreh. Selain itu masih ada beberapa sungai yang melalui wilayah Kabupaten Kulon Progo yang selama ini hanya difungsikan sebagai irigasi. Seperti Kali Tinalah yang airnya tidak pernah berhenti., itu.” katanya bersngut sungur.
Nur Haris mencontohkan, sumber air Kali Tinalah itu berasal dari menoreh di Samigaluh. Belum lagi Kali Serang yang selalu mengalir dari mata air Mudal dan Sermo.
Dengan kata lain sebenarnya Kabupaten Kulon Progo bukanlah wilalayh kekurangan sumber air guna memenuhi kebutuhan warganya artinya pasti makmur.
“Karena daerah kurang air biasanya masyarakatnya hidup miskin beda dengan daerah yang ketunggon banyu. Tinggal bagaimana pemimpin masa depan ini mampu mengelolanya,” ujarnya.
Maka pemimpin Kabupaten Kulon Progo ke depan harus tahu mengelola potensi, mengerti arti potensi alam bagi kesejahteraan warganya.
“Bagi kita kalangan tua setuju syarat bagi pemimpin Kulon Progo ke depan harus bisa mikir. Karena potensinya ada, letaknya strategis, yang punya pikiran kreatif yang jarang ada,“ ujarnya memaparkan.
Sebelum pergi meninggalkan ruang pertemuan Nur Haris mengingatkan, bahwa syarat pemimpin tahun 2024 harus bisa mikir, tidak sekedar jago membuat judul besar tetapi hasilnya nol. Kebanyakan omon-omon,” katanya.
Kelola ruang berair, manfaatkan dengan baik wilayah ketunggon air dan sisakan air untuk kesejahteraan. Begitu kalimat penutupnya.



