Sleman, Proliman News – Kontingen Kulon Progo mengukuhkan diri sebagai kekuatan utama anggar pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta setelah keluar sebagai peraih medali terbanyak pada Sirkuit Anggar Antar Pelajar se-DIY III 2026 di Sleman, 24–25 Januari 2026.
Dari total 56 medali yang diperebutkan di kelompok SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA, Kulon Progo membukukan sembilan emas, empat perak, dan tujuh perunggu. Hasil ini menempatkan Kulon Progo di puncak klasemen, unggul atas Sleman yang finis di posisi kedua dengan tiga emas, tiga perak, dan enam perunggu.
Pengurus Cabang Anggar Kulon Progo, Krisnawan, menilai capaian tersebut merupakan buah dari pembinaan berjenjang yang konsisten di tingkat sekolah dan klub.
“Prestasi ini bukan hasil instan. Kami fokus pada pembinaan sejak usia dini, memperbanyak jam tanding, dan memastikan atlet mendapat pelatih yang sesuai standar federasi. Hasilnya mulai terlihat di sirkuit ini,” ujar Krisnawan di sela penutupan kejuaraan, Sabtu.
Dominasi Kulon Progo terutama terlihat di level SMA/SMK/MA. SMA Negeri 1 Pengasih menjadi lumbung medali dengan torehan empat emas, dua perak, dan dua perunggu. Di tingkat SMP/MTs, persaingan berlangsung ketat antara sekolah-sekolah dari Sleman dan Kulon Progo. MTs Negeri 6 Sleman mencuri perhatian dengan menyabet dua emas.
Pada kategori SD/MI, SD Mutiara Persada Bantul dan SD Negeri 3 Sentolo masing-masing meraih satu emas, menunjukkan mulai meratanya pembinaan anggar di tingkat dasar lintas kabupaten.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kulon Progo, Nur Hadiyanto, menyebut keberhasilan ini sejalan dengan arah kebijakan daerah dalam penguatan olahraga pelajar.
“Kami mendorong sekolah dan cabang olahraga membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan, dari talent scouting hingga kejuaraan rutin. Prestasi ini menjadi indikator bahwa jalur pembinaan berjalan di rel yang benar,” kata Nur Hadiyanto.
Klasemen akhir menempatkan Kota Yogyakarta di posisi ketiga dengan satu emas, lima perak, dan sepuluh perunggu, disusul Bantul dan Gunungkidul.
Panitia menilai sirkuit ini menjadi instrumen pemetaan potensi atlet menuju ajang regional dan nasional, terutama pada nomor foil, epee, dan sabre yang menunjukkan perkembangan signifikan di level pelajar.
Seri lanjutan Sirkuit Anggar Pelajar se-DIY dijadwalkan digelar pada semester pertama 2026 sebagai bagian dari program berkelanjutan pembinaan atlet usia dini di Yogyakarta.
Liputan: Anung Marganto



