Agung Setyawan: Semoga Durian Kepranan Asal Kalibawang Lolos Uji Sertifikasi Unggul Nasional

Kenapa diberi nama Durian Kepranan, karena varietas ini berasal dari pohon durian tua berusia lebih dari 100 tahun di Dusun Pranan, Kalurahan Banjaroya, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Keren ! Kulon Progo kembali mengajukan sertifikasi varietas baru durian lokal sebagai unggul nasional. Namanya Durian Kepranan.

“Semoga lolos, dan memberi berkah. Ini berarti akan menambah kekayaan Kulon Progo, ” ujar Calon Bupati Kulon Progo No. 1 Agung Setyawan ketika dialog dengan petani durian Kalibawang, Rabu (16/10/2024).

Karena sebelumnya juga sudah diajukan sertifikasi untuk Durian Cempli, Promasan, Kendil, dan Kantik. Dan terbaru adalah Durian Kepranan.

Kenapa diberi nama Durian Kepranan, karena varietas ini berasal dari pohon durian tua berusia lebih dari 100 tahun di Dusun Pranan, Kalurahan Banjaroya, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo.

Durian Kepranan memiliki teksture daging tebal berwarna kuning, tidak benyek, manis legit dan lembut.

Kulitnya tidak mudah rekah, sehingga awet ketika di bawa perjalanan jauh dan lebih terjaga karena tidak mudah terkontaminasi udara.

Varietas ini sebenarnya sudah lama dinikmati oleh warga lokal di Kalibawang karena durian jenis ini sudah dikenal selama tiga empat generasi.

“Durian jenis ini kualitasnya bagus, teksturenya pulen tebal, kuning seperti montong atau bawor, tetapi memang belum ada namanya,” ujar Agung Setyawan usai berdialog tentang durian.

Maka warga setempat mengajukan sertifikasi untuk durian varietas ini sebagai unggulan nasional dengan nama Durian Kepranan.

Durian jenis ini sebenarnya telah dikenal para pedagang durian dari luar daerah, mereka mengenalnya lewat media sosial yang dibuat warga setempat.

BACA JUGA  Sungai Kapuas Surut Parah, Rantai Pasok Batu Bara Kalimantan Barat Lumpuh

Stok juga cukup, karena ratusan rumah di Dusun Pranan, Banjaroya, Kalibawang dan sekitarnya itu setiap pekarangan memiliki kebun dengan rata-rata 15-20 batang.

“Menarik lho. Hasil panen durian jenis ini sudah lama diburu tengkulak luar kota. Artinya durian kepranan sudah sangat dikenal dimana-mana, tetapi di lokal Kulon Progo nggak populer,” ujarnya.

Wajar kalau durian jenis ini banyak dicari, karena rasanya enak kualitasnya juga prima. Maka tengkulak akhirnya berbondong-bondong ke Dusun Pranan, Banjaroya, Kalibawang, dan sekitarnya.

Sementara sertifikasi memang tengah diajukan ke pemerintah, untuk diuji apakah varietas termasuk baru atau varietas lama yang berevolusi.

Nanti keputusan akhirnya tergantung pada hasil uji yang dilakukan dinas terkait.

“Semoga Durian Kepranan bersertifikasi, lolos uji, hingga menambah kekayaan Kulon Progo,” tambahnya.

Selain Durian Kepranan di Kalibawang juga ada jenis lain yakni Durian Kantik dari kata Kalibawang Cantik. Dua-duanya tengah diajukan ke kementerian pertanian agar bisa disertifikasi sebagai varietas unggul nasional.

Dengan sertifikasi maka masyarakat bisa mengembangkan benihnya, melakukan pembibitan, dan bisa menjual sepanjang musim.

Dengan pengajuan sertifikasi dua jenis durian tersebut berarti sedikitnya ada lima jenis durian Kulon Progo yang telah diajukan sertifikasinya ke Kementan yakni durian Cempli, Promasan, Kendil, Kepranan dan Kantik.

Harapannya di Kulon Progo kembali ada varietas unggul nasional lain seperti Durian Menoreh Kuning dan Menoreh Jambon.

BACA JUGA  Fenomena Sungai Silugonggo Surut, Warga Pati Panen Ikan Sapu-Sapu

Produksi durian Kulon Progo tercatat mencapai 4.890 ton dari luas panen 729 hektar (ha) yang tersebar di 12 kapanewon.

Dari luas itu, produksi terbanyak ada di Kalibawang dengan total 3.340 ton dari 467 ha lahan.

Liputan : Rendy Satrio Prabowo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *