Akibat PMK 58 Ekor Sapi di Bantul Mati Sedang 426 Ekor Positif Terjangkit, Joko Waluyo: Ini Perlu Diwaspadai

“Kondisi ini perlu diwaspadai semua pihak, agar tidak menyebar lebih jauh,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, Minggu (26/1/2025).(foto/ist)

Bantul, Proliman News – Jumlah sapi yang mati karena terserang penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bantul, terus meningkat.

Sampai Minggu (26/1/2025) sore tercatat jumlah sapi yang mati karena PMK mencapai 58 ekor, sedang jumlah yang positif terjangkit PMK sebanyak 426 ekor.

“Kondisi ini perlu diwaspadai semua pihak, agar tidak menyebar lebih jauh,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, Minggu (26/1/2025).

Ia mengatakan sapi yang mati karena PMK memang meningkat sehingga pihaknya segera mengambil tindakan cepat dan kondisi ini perlu diwaspadai semua pihak.

Salah satu tindakan cepat yang diambil diantaranya memperpanjang penutupan Pasar Hewan Imogiri, pasar lalu lintas keluar masuknya ternak dari berberapa daerah.

“Kalau dilihat dari jumlah yang mati memang ada peningkatan, ini yang perlu dicatat besar-besar. Semoga segera stop lah, ” katanya.

Ia menambahkan, populasi sapi di Kabupaten Bantul itu jumlahnya mencapai 70.000 ekor, ini merupakan aset masyarakat peternak yang luar biasa.

Karena alasan tersebutlah DKPP Bantul mengambil langkah memperpanjang ditutupnya Pasar Hewan Imogiri hingga tanggal 10 Februari 2025.

Joko Waluyo, sebelumnya memberi data bahwa per Jumat (24/1/2025) jumlah sapi yang mati karena PMK jumlahnya sebanyak 44 ekor, dan yang positif terjangkit 411 ekor.

Sehingga dalam dua hari ini jumlah sapi yang mati karena karena PMK meningkat dari 44 ekor menjadi 58 ekor sedang jumlah sapi yang positif terjangkit PMK meningkat dari 411 menjadi 426 ekor.

BACA JUGA  Target Pembangunan Fisik Mencapai 100% TMMD Sengkuyung Tahap I Kulon Progo Resmi Ditutup

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *