Aksi Mogok Sopir Truk Lintas Pulau dan Kota Terus Berlangsung, Cabai Melon Semangka Membusuk Tak Terangkut

Paguyuban Driver Kulon Progo (PDKP) mengeluarkan pernyataan sikap, semua angkutan truk lintas pulau dan kota akan mogok hingga Sabtu (21/6/2025) besuk sebagai bentuk penolakan diterapkannya kebijakan Over Dimension dan Ovel Load (ODOL).(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Sejumlah komoditas hasil petani dari sejumlah wilayah di Kulon Progo dipastikan membusuk akibat aksi mogok sopir truk angkutan lintas pulau dan lintas kota.

Paguyuban Driver Kulon Progo (PDKP) mengeluarkan pernyataan sikap, semua angkutan truk lintas pulau dan kota akan mogok hingga Sabtu (21/6/2025) besuk sebagai bentuk penolakan diterapkannya kebijakan Over Dimension dan Ovel Load (ODOL).

Akibat mogoknya ratusan sopir truk lintas pulau dan kota ini, sejumlah komoditas panen petani tidak terangkut ke Jakarta atau kota-kota besar lain seperti Bandung, Palembang dan Medan.

“Jika mereka mogok sampai Sabtu (21/6/2025) cabai panen petani di sentra cabai pesisir selatan Kulon Progo yang tidak terjual bisa mencapai 70 ton lebih,” ujar Ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji Bugel Kulon Progo, Sukarman.

Karena selama setiap hari dari sentra ini panen cabai yang dikirim ke Jakarta, dan beberapa kota lain rata-rata mencapai 35 ton.

Sehingga menurutnya jika dua hari tidak dipetik dipastikan panen cabai sebesar itu akan lonyot atau matang dan tidak bisa diselamatkan. Kecuali dibiarkan membusuk di lahan.

Sementara, Ketua Kelompok Tani Sido Dadi, Trisik, Banaran, Kulon Progo, Ngatimin mengatakan ada juga panen cabai petani yang dikirimke pasar lokal. Hanya saja jumlahnya sedikit.

“Untuk pasar lokal hanya sekitar 3 – 4 ton saja. Itupun kini harganya sudah jatuh, hanya Rp 10 ribu per kilogram,” ujarnya ketika dikonfirmasi.

BACA JUGA  Nasabah Korban BUKP Galur - Wates Makin Resah Peguyuban Minta Kejaksaan Agar Kasus Ini Segera di P-21

Para petani tidak menyalahkan aksi mogok sopir truk lintas pulau dan kota tersebut. Karena mereka sangat paham bagaimana perjuangan para sopir tersebut dijalan saat membawa muatan ke berbagai kota.

Selain cabai, komoditas lain yang kini terancam membusuk diantaranya berbagai sayuran seperti pare, kemangi dan kangkung, yang jumlahnya juga cukup melimpah disepanjang pesisir selatan Kulon Progo.

Berikutnya, komoditas lain yang kini terkena imbas mogok sopir truk lintas pulau dan kota ada semangka dan melon yang kini juga masih banyak yang sedang panen.

Namun hasil investigasi prolimannews.id, di sepanjang pesisir selatan Kulon Progo, komoditas semangka dan melon kini sejumlah pengepul dalam keadaan kosong.

“Melon semangka kita kosong hari ini. Alhamdulillah, tidak ada yang perlu kita kawatirkan dengan berlangsungnya aksi mogok sopir lintas pulau dan kota,” ujar Ponijan pengepul melon semangka di Glagah, Kulon Progo.

Sementara beberapa pengepul lain menyatakan, masih ada sisa barang yang belum terangkut tetapi jumlahnya sangat sedikit sehingga tidak meresahkan.

Aksi mogok sopir truk lintas pulau dan kota ini sendiri akan terus berlangsung hingga dua hari lagi bersamaan dengan aksi mogok yang digelar secara nasional.

Liputan : Winarto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *