Kulon Progo, Proliman News – Jembatan Srandakan (lama) kondisinya memprihatinkan, dan diperkirakan dalam waktu dekat akan ambruk.
Jika Jembatan Srandakan lama ini ambruk berarti ada sedikitnya 100 ton material yang akan terjun ke Sungai Progo, dan sangat berbahaya.
Pengamat Transportasi Agung Riyanto, mengatakan, bukan hanya material yang menganggu arus Sungai Progo, patahan besi rangka jembatan dan kaki-kakinya juga membahayakan masyarakat.
Agung Riyanto memperkirakan, dua tiga kali kena banjir besat jembatan ini akan runtuh tidak sempurna, dan jika belum runtuh sepenuhnya akan semakin berbahaya bagi masyarakat.
“Bisa nggak runtuh sempurna, dan itu sangat berbahaya. Karena jika meleyot beberapa tahun, akan membuat masalah baru,” katanya Kamis (30/1/2025).
Ia mengusulkan untuk dilakukan pembongkaran sebelum ambruk, sehingga seluruh material jembatan bisa diamankan sebelum remuk dan mengotori Sungai Progo.
Karena sekarang ini seluruh tiangnya sudah menganntung dan bampak jelas tulang besinya. Dengan konsisi ini maka dipastikan seluruh tiangnya tidak punya tempat berpijak, dan beban bangunan jembatan sangat rentan ambrol.
Sejak Selasa (28/1/2025) Polsek Galur, Kulon Progo sudah menutup jembatan ini untuk seluruh aktivitas masyarakat baik untuk sekedar foto selfie atau olah raga.
Penutupan juga melibatkan Polsek Srandakan, Bantul. Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko mengatakan langkah penutupan diambil karena kondisi jembatan dinilai berbahaya untuk dilewati kendaraan.
“Bahaya muncul akibat pengaruh rusaknya Groundsill di selatan Jembatan Srandakan 2,” jelasnya lewat keterangan tertulis.
Menurut Sarjoko, rusaknya Groundsill tersebut membuat endapan yang berada di bawah kaki Jembatan Srandakan Lama ikut tergerus.
Kondisi tersebut membuat jembatan rawan ambruk hingga bahaya dilewati kendaraan. Keputusan untuk menutup akses tersebut diambil berdasarkan pembahasan bersama pemangku wilayah seperti Lurah Brosot dan Dukuh Blimbing Brosot.
Liputan : Suyono Sugondo



