Antraks Momok Baru di Gunungkidul Dari Tahun ke Tahun Jumlah Warga Positif Kejangkit Terus Bertambah

Penyakit antraks kembali muncul di Kabupaten Gunungkidul tepatnya di Kalurahan Tileng, Kecamatan Girisubo dan Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop. (foto/ist)

Gunungkidul, Proliman News – Penyakit antraks kembali muncul di Kabupaten Gunungkidul tepatnya di Kalurahan Tileng, Kecamatan Girisubo dan Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop.

Penyelidikan epidemiologi dan skrening populasi berisiko antraks kini sedang dilakukan.

Koordinasi antara Dinas Kesehatan dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan telah dilakukan untuk penanggulangan penyakit tersebut.

Sementara, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan, awalnya, kasus antraks muncul di Kalurahan Tileng pada Februari 2025.

Tidak lama kemudian, kasus antraks juga muncul di Kalurahan Bohol.

Tahun lalu antraks muncul di Kapanewon Gedangsari dimana satu orang warga ditengarai suspek penyakit antraks.

Pada tahun 2019 di Kapanewon Karangmojo dan Ponjong ditemukan 12 orang positif dan satu orang meninggal.

Tahun 2021, di Desa Hargomulyo, Gedangsari, terdapat 7 orang positif tertular anthrax. Selanjutnya tahun 2022, ada 13 orang positif antras di Ponjong.

Sedangkan tahun 2023 lalu, di Dusun Jati, Desa Candirejo, Semanu ditemukan 87 orang positif, 18 bergejala dan satu orang meninggal.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM bidang Mikrobiologi Prof. Agnesia Endang Tri Hastuti Wahyuni mengatakan munculnya kembali kasus antraks ini disebabkan oleh spora dari Bacillus anthracis yang bersumber dari hewan yang disembelih atau dari lingkungan ternak.

Sebab spora yang dihasilkan oleh bakteri antraks ini sulit hilang dan bisa bertahan di tanah hingga puluhan tahun.

BACA JUGA  GKBRAA Paku Alam Ingatkan Masyarakat Bijak Manfaatkan Teknologi Informasi

“Di tubuh hewan saat hidup, spora ini belum terbentuk. Namun saat disembelih dan bakteri yang ada dalam darah itu keluar lalu berinteraksi dengan udara akan membentuk spora,” kata Prof. Aeth Wahyuni.

Adapun spora bisa terbentuk jika bakteri Bacillus anthracis terpapar oksigen karenanya spora tidak pernah dijumpai dalam tubuh penderita atau dalam bangkai yang tidak diseksi atau dibuka.

Namun demikian, penyakit antraks ini menurut Aeth, tidak hanya menjangkit hewan ternak lainnya namun juga menular ke manusia.

Ia menyarankan agar hewan yang terserang antraks maupun lokasi yang menjadi sumber antraks harus diisolasi dengan tidak boleh ada satu pun lalu lintas ternak yang keluar masuk lokasi.

“Tidak boleh juga sembarang orang keluar masuk di wilayah tersebut dan hanya petugas yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Selain melakukan isolasi, para peternak perlu meningkatkan biosekuriti dan melakukan pengobatan pada hewan yang sakit serta memberi tambahan suplemen.

Menurutnya, hewan yang terjangkit bakteri antraks bisa diobati. Bakteri ini mudah mati jika diberi antibiotik, antiseptik, desinfektan dan mati pada suhu diatas 54 derajat celcius selama 30 menit.

Sementara untuk hewan yang sehat diharuskan sebaiknya diberi vaksinasi selama dua kali selama setahun.

Sebaiknya peternak tidak memotong hewan yang sakit atau mengkonsumsi hewan yang sudah menjadi bangkai. “Daging bangkai tidak boleh dikonsumsi karena matinya karena zoonosis bisa menular ke manusia. Tahun lalu di Semanu, ada 11 orang tertular dan satu orang meninggal,” katanya.

BACA JUGA  PVMBG: 5 Gunung Api Status Level III Terpantau Kondusif Pagi Ini

Hewan yang sudah mati yang ditengarai terkena antraks sebaiknya langsung dikubur atau dikremasi di lokasi.

“Jika tidak ada alat kremasi, maka dikubur saja ditimbun lalu disemen tidak boleh dibongkar selamanya karena spora sangat awet, anti desinfektan sehingga penting adanya literasi dan edukasi agar kasus seperti ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Di samping itu, ia menyarankan agar hewan yang mati tidak dipindah ke tempat lain sebab jika hewan mati tersebut mengeluarkan darah maka tercecer dan menyebarkan spora di sepanjang jalan.

Liputan : Rendy Satrio/Bebagai Sumber

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *