Banyak Nasabah BUKP Wates Ditolak Saat Ingin Print Out Simpanan Ada Apa ? Nasib Wardoyo: APH Harus Turun Ini !

“Pati sudah menjadi dawet. Tetapi kalau DPRD diam tentu ini akan semakin memperburuk keadaan, apalagi ORI melaporkan hal ini kepada Kemendagri, Presiden dan DPR RI,” katanya.(foto/dok)

Kulon Progo, Proliman News – Anggota Komisi B, DPRD Kulon Progo, Nasib Wardoyo menginformasikan bahwa BUKP Wates, Kulon Progo tidak mau melayani cetak data atau print out simpanan nasabahnya.

“Hari ini, Senin (19/5/2025) banyak nasabah yang datang ke BUKP Wates minta print out tabungan, dan data transfer bunga deposito tetapi tidak dilayani,” ujarnya kepada Prolimannews.id.

Ia menyesalkan sikap pegawai BUKP Wates tersebut, karena ini akan merugikan nasabah jika nanti sudah tiba saatnya dilakukan pencairan simpanan nasabah oleh BPKAD DIY.

“Kami perlu melaporkan ini kepada BPKAD DIY, karena ini ada yang janggal. Dan akan merugikan nasabah dikemudian hari,” katanya.

Kejanggalan pertama, karena penolakan BUKP Wates ini ternyata sudah berlangsung cukup lama. Bertahun-tahun.

“Sudah lebih dari dua tahun nasabah tidak boleh atau tidak bisa memperoleh print out data tabungan mereka. Kalau kemarin-kemarin tidak heboh (viral), maka nasabah masih percaya dan diam,” katanya.

Kalau sekarang beda, karena BPKAD DIY sudah menyatakan akan membayar semua simpanan nasabah yang masuk sistem maka nasabah jadi ngotot minta print out data tabungan mereka.

“Tetapi BUKP Wates tidak mau, menolak melakukan cetak data atau print out simpanan nasabah ? Apa alasannya ? Saya kira butuh dijelaskan oleh para pengambu BUKP DIY ini,” ungkapnya.

Nasib Wardoyo mengatakan, tidak ada alasan bagi BUKP Wates menolak print out atau cetak data simpanan nasabah karena alasan komputer rusak atau mesin printer rusak.

BACA JUGA  Nama Gus Miftah Disebut dalam Sidang Korupsi Jalur Ganda KA, JCW Desak KPK Usut Tuntas

“Kalau sistem tidak mungkin rusak, kan bisa diupgrade, kalau komputer dan printer rusak sangat tidak masuk akal. Lah cara input data setoran nasabah bagaimana selama ini? Ini lembaga keuangan lho, masak komputer dan printer mati dua tahun tidak ada perbaikan,” tandasnya.

Oleh karena itu kasus ini perlu penanganan prioritas, baik dari sisi managemen melakui BPKAD DIY dan sisi hukum melalui Kejaksaan Tinggi Yogyakarta.

“Rasa-rasanya susah dimengerti jika nasabah datang tidak bisa memperoleh haknya, tidak bisa mencetak struk tabungan, bahkan justru diciptakan suasana emosional, marah-marah atau gebrak-gebrak meja,” tambahnya.

Kejanggalan kedua, kenapa nasabah mau mencetak data tabungan saja ditolak, tentu ada yang sedang mereka tutupi. Bisa jadi memang selama ini uang nasabah tidak masuk sistem, atau masuk sebagian, atau lembaga ini memang sedang dikuasai tikus –tikus besar.

“Silahkan pegawai BUKP Wates membuka diri dan lebih smart profesional, jangan kampungan. Ini masalah kebijakan Pemda DIY, lho ? Kalau mereka nakal maka ini seperti melawan perintah Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,”tambahnya.

Sementara Ketua Paguyunan Nasabah BUKP Kulon Progo, Sasmito Nugroho, melaporkan bahwa hari ini perbaikan data nasabah di BUKP Wates kisruh.

“Nasabah ditolak, tidak bisa mendapatkan print out dan tidak bisa memonitor apakah simpanan mereka terinput sistem atau tidak,” ujarnya ketika dikonfirmasi.

Pegawai hanya menyatakan, melalui omongan, bahwa semua simpanan sudah masuk sistem. Padahal buku tabungan mereka masih manual, tulisan tangan, dan tidak pernah ada print out data dari komputer BUKP Wates.

BACA JUGA  Seluruh Wilayah Jawa Tengah Bakal Dilanda Hujan Lebat Angin Kencang Sampai Minggu 13 April 2025

“Saya kira ini perlu penanganan khusus, segera diselesaikan sebelum kasus berkepanjanganm karena nasabah yang melapor hari ini sudah lebig dari dua kali datang kondisinya masih sama, tidak dilayani,” ujarnya menambahkan.

Sedang Kepala BUKP Wates ketika dihubungi per telpon, tidak merespon.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Sinuwun sesembahan Kulo tolong saya dan para nasabah BUKP Wates Kulonprogo Yogyakarta untuk mendapatkan perlindungan kasihani kami orang kecil