Kulon Progo, Proliman News – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kulon Progo mengalokasikan bantuan senilai Rp 1,2 Milliar untuk program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB).
Wakil Ketua II Baznas Kulon Progo Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Sugiyanta menjelaskan alokasi tersebut disalurkan kepada 60 KK sasaran penerima manfaat.
“Untuk bantuan perbaikan RTLH atau Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) ini kami siapkan alokasi untuk 60 penerima, masing-masing mendapat bantuan stimulan senilai Rp20 juta,” terang Sugiyanta, Senin (19/05/2025).
Selain bantuan RLHB, pihaknya juga menyiapkan alokasi Rp 450 juta rupiah untuk bantuan perbaikan Atap, Lantai dan Dinding (Aladin).
“Untuk Aladin ada 60 penerima juga masing-masing menerima sebesar Rp7,5 juta,” imbuhnya.
Sugiyanta menjelaskan permintaan bantuan rehab rumah ke Baznas memang cukup tinggi.
“Proposal untuk yang rehab RTLH atau RLHB itu sekitar 80 – 100 usulan per tahunnya. Sistemnya itu proposal melalui Bagian Kesra Pemkab Kulon Progo. Lalu Baznas akan melakukan survey lapangan untuk kelayakan penerimanya, jika memenuhi syarat ya kami agendakan untuk kita beri bantuan,” katanya.
Baznas juga berharap semakin banyak warga yang menyalurkan zakat infak sodaqoh melalui Baznas agar semakin banyak masyarakat yang terbantu.
“Target kita 2024 itu Rp 15 Milyar terkumpul 15,2 Milyar. Tahun ini target kita 16, 2 Milyar semoga tercapai,” harapnya.
Sementara, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan menyerahkan bantuan rumah layak huni dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulon Progo untuk 6 KK dari Kelurahan Wates dan Kalurahan Sendangsari serta bantuan perbaikan Atap Lantai Dinding (Aladin) kepada 1 penerima dari Kelurahan Wates.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di rumah salah satu penerima, Sumaryono warga Jogoyudan, Wates, Kulon Progo Senin (19/05/2025).
Bupati Kulon Progo mengaku mendapat laporan adanya informasi adanya rumah tidak layak huni dari masyarakat melalui media sosial. Kemudian dilakukan koordinasi sehingga dapat terlaksana penyaluran bantuan.
Untuk itu Agung juga meminta masyarakat untuk menginformasikan jika masih ada rumah tidak layak huni di lingkungannya.
Agung Setyawan menegaskan persoalan rumah tidak layak huni harus selesai di era kepemimpinannya.
“Radiusnya ini kan enggak ada 1 kilo dari kantor Pemda mosok masih ada rumah yang seperti itu. Tapi kami targetkan adalah hak dasar tentang perumahan di kepemimpinan saya harus clear. Hak dasar tentang perumahan terpenuhi,” tandas Agung dalam.
Agung juga mengapresiasi Baznas Kulon Progo yang cukup proaktif membantu masyarakat memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak.
Ia mengajak para pengusaha dan masyarakat secara umum lainnya untuk menyalurkan zakat infak dan sodaqohnya melalui Baznas.
“Maka tolong pengusaha-pengusaha, orang yang mempunyai kemampuan berlebih untuk membantu orang yang belum beruntung, silakan percayakan kepada Baznas dan akan mendapatkan pelaporan komplit dari Baznas,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Baznas Kulon Progo Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Sugiyanta menjelaskan Baznas Kulon Progo menyalurkan bantuan stimulan Rumah Layak Huni Baznas masing-masing senilai Rp 20 juta rupiah untuk 6 KK penerima.
Sedangkan 1 KK menerima bantuan stimulan senilai Rp 7,5 juta untuk perbaikan Atap, Lantai, Dinding (Aladin).
Liputan : Suyono Sugondo



