Magelang, Proliman News — Jiwa nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air dipancarkan secara berbeda oleh puluhan siswa SD Kanisius Kenalan, Magelang. Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para pelajar ini memilih menepi dari kemeriahan lapangan sekolah menuju kawasan Peziarahan Sendangsono, Paroki Promasan, pada Senin (17/8/2026), untuk merefleksikan arti kemerdekaan melalui aksi nyata menjaga bumi.
Mengusung tema “Doa untuk Tanah dan Air Indonesia,” sebanyak 41 murid dan 13 pendamping menggelar Ekaristi, Jalan Salib lingkungan, penanaman pohon, hingga upacara bendera. Aksi ini lahir dari keprihatinan para siswa atas maraknya pengerukan lahan di Perbukitan Menoreh yang mengancam keberlangsungannya sebagai sumber air warga.
Wujud kepedulian tersebut ditandai dengan penanaman tiga bibit pohon mangga bernama Nuswa (Nusantara), Swatantra (kemampuan mengatur diri/tanggung jawab), dan Rahayu (kesejahteraan). Penanaman menggunakan pupuk kandang fermentasi hasil ekstrakurikuler Wiji Thukul milik sekolah.
Puncak kegiatan ditutup dengan upacara bendera Sang Saka Merah Putih di area Sendangsono yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Anak Kenalan (RAK) ke-38, Adelio.
Dalam amanatnya, Adelio menegaskan bahwa rasa cinta pada bangsa tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan menjaga alam tempat masyarakat hidup.
“Kemerdekaan ini adalah kesempatan bagi kita untuk belajar bertanggung jawab. Kita harus senantiasa mendoakan para pahlawan, sekaligus menjaga kelestarian tanah air demi kehidupan bersama,” ujar Adelio saat menyampaikan amanat upacara.
Pada momentum tersebut, dilakukan pula penyerahan tongkat kepresidenan RAK berbahan batang palem, pelantikan Leader dan Co-Leader RAK kecil oleh Romo Raditya Reliantoko, Pr., serta pengumandangan perdana Mars Republik Anak Kenalan.
Pihak sekolah berharap, peringatan kemerdekaan melalui pengalaman langsung di luar kelas ini mampu menanamkan nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan nasionalisme yang berakar pada kepedulian lingkungan sejak dini.
Liputan: Nadhifa Zara



