Kulon Progo, Proliman News – Calon Wakil Bupati Kulon Progo Nomor Urut 2, Yusron Martofa, angkat bicara terkait jatuhnya harga cabai di Pesisir Selatan Kabupaten Kulon Progo.
“Kami tahu petani pesisir selatan Kulon Progo sedang meriang, karena harga cabai tersungkur. Semoga tidak berkepanjangan, dan segera membaik kembali,” tandas Yusron Martofa, dihubungi Minggu (17/11/2024).
Yusron Martofa mengatakan, jika harga jatuh sampai di tingkat Rp3.800 memang remuk kondisinya, dan tentu petani kehilangan banyak sekali modal yang sudah ditebar di sepanjang pesisir selatan.
“Kondisi semacam ini tidak boleh dibiarkan, terus berulang, berulang dan berulang lagi. Kalau setiap tahun terjadi kondisi harga remuk seperti ini, tentu pusat cabai kita tidak bakal sejahtera,” tandasnya.
Maka harus segera dirumuskan bersama antara petani, pedagang dan pemerintah agar harga yang diterima petani cabai minimal diangka standar BEP, yakni Rp 15.000 per kilogram.
“Bagaimana caranya ? Semoga saya wong ndeso, asli ndeso, Calon Bupati Paslon 02 Pak Marija juga wong ndeso seperti saya, kami semua dibesarkan dilingkungan wong ndeso pesisir selatan, insyaallah kami tahu bagaimana solusinya,” katanya.
Pertama, kami harus apresiasi kepada senior-senior kami di pergerakan yang telah menciptakan sistem lelang cabai karena dengan ide lelang di pool-pool cabai harga relatif terkontrol dan pedagang taat aturan.
Kedua, kedepan jika masyarakat Pesisir Selatan Kulon Progo mempercayakan kepemimpinan lima tahun ke depan kepada Paslon 02, yakni Marija-Yusron maka kami siapkan skemanya.
“Diantaranya dengan membuat pool besar, atau membuat sistem bersama sehingga harga lelang akan terkendali. Itu diantaranya, selebihnya kami masih simpan konsepnya,” ujar Yusron Martofa.
Ketiga, perlu ada kesepakatan antara pedagang, petani dan pemerintah, tentang harga lelang terendah agar fluktuasi harga tidak meresahkan petani.
“Petani harus tetap menanam cabai, tetapi soal harga harus ada kepastian bahwa yang mereka terima minimal sesuai BEP, artinya tidak ada modal yang terbuang diterpa angin,” ujarnya menanadaskan.
Perkembangan harga cabai di Pesisir Selatan Kulon Progo sendiri tiga hari ini menggeliat merangkak naik dari Rp3.800 per kilogram menjadi Rp.6.900 dan terakhir sudah mencapai Rp10.989 per kilogram.
“Semoga lekas membaik, kita saling berdoa semoga kondisi harga lelang cabai kembali membaik, dan sesudah 27 November 2024 kita ikut terlibat dalam penataan dan pendampingan lelang cabai,” ujarnya.
Liputan : Suyono Sugondo



