Kulon Progo, Proliman News – Kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, meluas hingga menimpa 178 orang. Korban terdiri dari 176 siswa dan 2 tenaga pendidik di SMKN 1 Nanggulan. Meski investigasi medis tengah berjalan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo menghadapi kendala krusial dalam memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Kronologi dan Dampak Kejadian
Peristiwa berawal saat pihak sekolah menerima paket MBG pada Senin (3/8) pukul 10.45 WIB, lalu dikonsumsi massal pada pukul 11.30 WIB. Berdasarkan penelusuran kuesioner terhadap 549 penerima manfaat, gejala keracunan terdeteksi pada puluhan siswa hingga menyebabkan angka absensi melonjak. Belasan korban di antaranya harus mendapatkan penanganan rawat jalan di Puskesmas Nanggulan.
Dugaan Pemicu Keracunan
Indikasi awal mengarah pada menu lauk ayam panggang yang berasal dari kloter memasak kedua. Petugas menduga terjadi kekeliruan penataan distribusi antara makanan kloter pertama dan kedua, sehingga hidangan dikonsumsi setelah melewati batas waktu simpan dan konsumsi yang aman.
Kendala Penyelidikan Ilmiah
Upaya Dinkes Kulon Progo untuk melakukan uji laboratorium terhalang ketersediaan bahan. Tim investigasi kesulitan mengambil sampel makanan valid di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena sampel lauk ayam panggang tidak ditemukan di lokasi. Pihak pengelola beralasan seluruh stok makanan telah habis terbagi akibat kekurangan porsi.
Kasus Berulang di Kulon Progo
Insiden di SMKN 1 Nanggulan menjadi kasus keracunan MBG kedua yang mengguncang wilayah Kulon Progo dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya, kejadian serupa menimpa puluhan siswa di SMPN 3 Wates, yang kini mendorong desakan evaluasi ketat terhadap standar operasional pengolahan dan pengawasan distribusi pangan MBG secara menyeluruh.
Liputan: Galang Andika Pratama



