Kulon Progo, Proliman News – Gagal mencairkan dana depositonya sebesar Rp 50 juta, Ihsanuri (70) salah satu nasabah korban BUKP Galur, akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Senin (2/6/2025) pukul 15.00 WIB sore tadi.
Ihsanuri, warga Pedukuhan Nampan, Kalurahan Nomporejo, Kapanewon Galur, Kulon Progo, Senin (2/6/2025) siang berusaha menghubungi hand pgone Untoro Wiyadi salah satu pegawau BUKP Galur. Ia berniat mendesak BUKP Galur bisa mencairkan dana depositinya sebesar Rp 50 juta untuk biaya hajatan mantu anaknya.
Tetapi rupanya hand phone Untoro Wiyadi dimatikan, atau tidak aktif. Rencana Ihsanuri ingin mendesak agar BUKP Galur itu pun gagal.
Padahal uang yang disimpan dalam deposito itu satu-satunya kekayaan yang ia cadangkan untuk hatajan mantu. Ia sangat membutuhkan dana tersebut.
Karena gagal mengubungi Untoro haryadi Ihsanuri pun kemudian mengkontak Ketua Paguyuban Nasabah Korban BUKP Galur, Sasmito Nugroho.
Ihsanuri melaporkan banyak hal, terutama keluh kesah susahnya mencairkan dana dari BUKP Galur, padahal hari digelarnya hajatan semakin dekat.
Menurut keterangan Sugiantoro tetangganya, setelah melakukan sejumlah komukasi dengan beberapa pihak, akhirnya ia merasa sakit dan meninggal dunia pukul 15.00 WIB sore ini.
“Ihsanuri Senin (2/6/2025) sempat melaporkan apa yang dialami ini siang tadi, sebelum akhirnya meninggal dunia,” tulis Sasmito Nugroho dalam pesan pendek di group nasabah BUKP Galur.
Kepada Sasmito Nugroho ia menceritakan bahwa pagi tadi menghubungi hand phone Untoro Wiyadi pegawai BUKP Galur, ingin mendesak agar bisa mencairkan dana sebesar Rp 50 juta.
Karena bulan Juli 2025 nanti Ihsanuri akan menggelar hajatan mantu menikahkan anaknya. Ini merupakan penjadwalan ulang pesta nikah setelah niatnya menggelar hajatan pernikahan tersebut awal bulan 2025 lalu gagal, karena BUKP Galur ingkar janji.
“BUKP Galur saat itu tidak bisa mencairkan dana depositonya hingga sebulan sebelum hajatan digelar. Maka Ihsanuri kemudian mengundur acara hajatan, dan ditetapkan hajatan akan dilangsungkan bulan Juli 2025 mendatang,” ujar Sugiantoro.
Dengan harapan BUKP Galur bisa mencairkan dananya setelah hajatan pesta nikahan diundur. Sembari setiap hari Ihsanuri terus berjuang mendesak agar BUKP Galur bisa mencairkan depositonya. Karena dana yang ia simpan di BUKP Galur memang diperuntukkan untuk hajatan nikahan anaknya itu.
Tetapi hari ini nasibnya kurang beruntung, hand phone pegawai BUKP Galur, Untoro Haryadi tidak aktif atau dimatikan. Sehingga ia gagal mendesak / mengajukan pencairan dana.
Sampai akhirnya Ihsanuri diketemukan dalam kondisi meninggal berada di pekarangan rumahnya sekitar pukul 15.00 WIB sore tadi.
“Innalillahi wa innaillaihi rojiun, semua dariNya dan akan kembali kepadaNya, sugeng tindak Bapak Ihsanuri, semoga khusnul kotimah,” tulis sejumlah nasabah korban BUKP Galur dan Wates melalui WA Group.
Liputan : Suyono Sugondo




Sedih sampai tak bisa berkata2 aku….
Semoga pak nuri diampuni segala dosanya, diterima semua amal ibadahnya. Keluarganya diberi kekuatan…
Sedih liat spt ini…smg dgn kejadian ini bs mengetuk hati para pemangku jabatan di BPKA untuk segera mencairkan dana nasabah bukp galur dan wates.