Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Kebumen, 70 Warung dan Kios Warga Terdampak

Diterjang Gelombang Tinggi 4 Meter, 70 Kios Wisata di Pesisir Kebumen Rusak. (Foto/Dok)

Kebumen, Proliman News — Gelombang tinggi menerjang kawasan pesisir selatan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Selasa (11/8/2026) pagi. Peristiwa yang berlangsung antara pukul 07.00 hingga 10.00 WIB tersebut menyebabkan air laut meluap hingga 30 meter dari bibir pantai dan merendam puluhan area usaha warga di destinasi wisata lokal.

​Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Kebumen, sedikitnya 70 tempat usaha warga terdampak di dua lokasi, yakni Pantai Setrojenar di Kecamatan Buluspesantren dan Pantai Suwuk di Kecamatan Puring.

​Humas BPBD Kebumen, Heri Purwoto, merinci bahwa dampak gelombang tinggi menyebabkan kerusakan pada 10 warung semi-permanen di Pantai Setrojenar serta 60 kios warga di Pantai Suwuk. Kendati menimbulkan kerugian materiil, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.

​“Gelombang laut terpantau mencapai ketinggian 2 hingga 4 meter disertai angin kencang, hingga masuk ke area warung dan kios warga. Namun, kondisi di lokasi saat ini sudah berangsur normal sejak pukul 10.00 WIB, dan warga mulai bergotong royong membersihkan sisa material luapan,” ujar Heri.

​Sebagai langkah penanganan, BPBD Kebumen telah melakukan asesmen awal serta berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa, kecamatan, TNI, Polri, dan Basarnas setempat untuk memantau situasi di lapangan.

​Dampak potensi gelombang tinggi ini turut diantisipasi oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan (DLHKP) Kebumen. Pejabat Bidang Perikanan Tangkap DLHKP Kebumen, Yuniasih, menjelaskan bahwa informasi prakiraan cuaca dari BMKG disalurkan secara berkala ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

​Penyebaran informasi ini krusial untuk mengamankan aset nelayan yang menyandarkan perahunya di sepanjang pesisir pantai.

​“Di Kebumen ada 1.265 unit perahu tangkap. Informasi ini diharapkan dapat membantu para nelayan pemilik perahu mengantisipasi kerugian apabila gelombang tinggi kembali terjadi,” jelas Yuniasih.

​Pihak otoritas mengimbau seluruh masyarakat pesisir, wisatawan, dan nelayan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan peringatan dini BMKG, potensi gelombang tinggi berkisar 2,5 hingga 4 meter diperkirakan masih berlangsung di perairan Samudra Hindia pada periode 11–15 Agustus 2026.

​Bahkan, untuk wilayah pesisir selatan Jawa Tengah hingga Yogyakarta, ketinggian gelombang berpotensi melonjak hingga skala 4 sampai 6 meter.

​Masyarakat dan nelayan diminta untuk terus memantau pembaruan cuaca maritim dari BMKG serta mematuhi arahan petugas di lapangan sebelum beraktivitas di wilayah perairan.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner
BACA JUGA  ​Tekan Stunting Sejak Dini, Pemkab Kulon Progo Gelar Program Gemarikan di SDN Sukorojo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *