Lampung, Proliman News —Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Selasa (8/9) pagi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi erupsi melontarkan abu vulkanik ke udara dan mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati kawasan kawah.
Erupsi ini memperpanjang deretan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Masyarakat, wisatawan, dan nelayan diminta meningkatkan kewaspadaan di sekitar pesisir Selat Sunda—khususnya wilayah Banten dan Lampung—guna mengantisipasi dampak lontaran material pijar.
Detail erupsi dan kondisi terkini
Berdasarkan data pengamatan resmi PVMBG, berikut rincian aktivitas erupsi:
- waktu kejadian: Selasa, 8 September 2026, pagi hari;
- kolom abu: teramati membumbung tinggi dari atas puncak kawah dengan intensitas sedang hingga tebal;
- karakteristik material: abu vulkanik berwarna kelabu hingga hitam yang terbawa angin di sekitar perairan Selat Sunda;
- potensi bahaya: lontaran batu pijar, awan panas, dan sebaran abu tebal.
Rekomendasi keselamatan PVMBG
Guna meminimalkan risiko keselamatan, PVMBG mengeluarkan panduan mitigasi resmi:
- Patuhi radius aman: masyarakat dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius lima kilometer dari kawah aktif;
- Gunakan alat pelindung: warga yang terdampak sebaran abu vulkanik diimbau mengenakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan;
- Pantau informasi resmi: hindari spekulasi atau rumor yang tidak jelas sumbernya, serta selalu merujuk pada kanal BNPB, PVMBG, dan BPBD setempat.
Liputan: Galang Andika Pratama



