Gunung Merapi di Perbatasan Jateng dan DIY Erupsi Pagi Ini Luncuran Material Mengarah ke Kali Boyong

Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah – DIY kembali erupsi pagi ini, Kamis (23/10/2025) pukul 07.37 WIB.(foto/ist)

Magelang, Proliman News – Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah – DIY kembali erupsi pagi ini, Kamis (23/10/2025) pukul 07.37 WIB.

Gunung Merapi melepaskan guguran lava disertai suara gemuruh mengarah ke Kali Boyong.

BPPTKG Yogyakarta meminta masyarakat yang berada di sekitar Kali Boyong meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti perkembangan informasi dari sumber-sumber resm.

Selain itu masyarakat juga diminta menyiapkan langkah-langkah antisipasi guna meminimalisir yang resiko yang timbul akibat erupsi ini.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait potensi bahaya yang mungkin timbul akibat aktivitas vulkanik ini.

Informasi lebih lanjut akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan situasi.

Sebelumnya Gunung Merapi juga meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak luncur hingga 1.800 meter pada Kamis (23/10/2025) dini hari tadi.

Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Gunung Merapi saat ini berstatus Level III atau Siaga.

Dalam periode pengamatan Kamis (23/10/2025) pukul 00.00 WIB-06.00 WIB, gunung tampak jelas dengan asap kawah putih bertekanan lemah dan intensitas tebal setinggi 150 meter di atas puncak.

Cuaca di sekitar puncak Merapi tercatat cerah hingga berawan, dengan suhu udara antara 16,7-20 derajat celsius dan kelembapan mencapai 94%-99%.

Selama periode tersebut, petugas mencatat lima kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.

BACA JUGA  UW Tersangka Korupsi Rp 8 Miliar di BUKP Galur Langsung Ditahan di Lapas Klas IIA Yogyakarta

Aktivitas kegempaan pun cukup intens, yakni 18 kali gempa guguran, 21 kali gempa hybrid, serta satu kali gempa vulkanik dangkal.

BPPTKG menjelaskan, potensi bahaya Gunung Merapi saat ini masih didominasi oleh guguran lava dan awan panas guguran (APG) di sektor selatan–barat daya, yang meliputi:

Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer,

Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

Sementara itu, pada sektor tenggara, potensi bahaya mencakup:

Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer,

Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.

Selain itu, lontaran material vulkanik akibat letusan eksplosif dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak.

Suplai magma masih terus berlangsung dan dapat memicu terjadinya awan panas guguran di wilayah potensi bahaya.

Liputan : Suyono Sugondo/ Rendy Satrio

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar