Gus Yusuf Menyatakan Siap Maju Caketum PBNU di Muktamar 27-31 Agustus 2026 Mendatang

Sampai hatri ini sedikitnya 20 PWNu se Indonesia menyatakan dukungan kepada Gus Yusuf menjadi ketua Umum PBNU. Kita tunggu Muktamar 27-31 Agustus 2026 mendatang (Foto/dok)

Magelang, Proliman News – Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, menyatakan siapa maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar Ke-35 NU, 27-31 Agustus 2026 nanti.

Ia mengatakan, agenda utama yang ingin diwujudkan adalah mengembalikan marwah NU di tengah menurunnya kepercayaan sebagian warga terhadap kepemimpinan organisasi ini.

Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, ini bahkan terus mendapatkan dukungan PWNU dan PCNU dari puluhan wilayah di Tanah Air.

Gus Yusuf bukan saja mendapat dukungan dari Jawa tetapi juga luar Jawa seperti Kalimantan, Sumatera, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kita hanya berpikir bagaimana mengembalikan lagi marwah NU yang belakangan ini agak terseok-seok dengan konflik-konflik itu, agar bisa kompak, solid, bareng-bareng membangun NU,” kata Gus Yusuf, Jumat (17/7/2026), dilansir Inilah.com.

Gus Yusuf menilai tantangan NU pada abad kedua jauh lebih kompleks.

Karena itu, PBNU harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi warga Nahdliyin, mulai dari transformasi pendidikan pesantren, pelayanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi umat.

“NU harus juga memberi solusi kepada warganya, menggerakkan inkubasi ekonomi dan lain sebagainya. Saya lebih berpikir untuk kembali membangun PBNU agar bisa menjadi penggerak. Hari ini lagi ada distrust pada kepemimpinan pusat,” ujarnya.

Menurut Gus Yusuf, namanya mulai mengemuka setelah muncul dinamika internal PBNU dalam setahun terakhir.

BACA JUGA  Majlis Al Kahfi Pandowan Galur Gelar Pengajian Serta Wayang Kulit Peringati HUT RI Ke-81

Situasi tersebut kemudian mendorong sejumlah pertemuan para masyayikh dan pengurus cabang di berbagai pesantren, seperti Ploso, Tebuireng, dan Lirboyo.

“Lalu saat di Lirboyo itulah para masyayikh dan juga PC-PC ini mempunyai kesepahaman bahwa muktamar besok itu harus menjadi muktamar yang solutif, muktamar yang menyelesaikan masalah, jangan memperpanjang konflik,” tuturnya.

Dari pertemuan itu, lanjut Yusuf, muncul pandangan bahwa NU membutuhkan figur alternatif yang tidak terlibat dalam konflik internal.

“Dari situlah nama saya dimunculkan oleh rekan-rekan alumni Lirboyo dan didukung oleh PCNU di Jawa Tengah. Ada sekitar 23 PC yang meminta saya untuk maju,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 NU yang juga Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan seluruh kader NU memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU.

Ia mengatakan, hingga kini sudah banyak nama yang diperbincangkan sebagai bakal calon, meski belum ada daftar resmi kandidat.

“Sudah banyak nama-nama ya, di antaranya ada Kiai Zulfa Mustofa, ada Gus Yusuf Chudlori, ada Gus Salam Shohib, ada juga Gus Kikin Ketua PWNU Jawa Timur, dan ada juga Prof. Nasaruddin Umar. Itulah yang disebut-sebut, termasuk tentu Gus Yahya,” kata Gus Ipul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Di sisi lain, Gus Ipul memastikan panitia terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

BACA JUGA  Praktisi Hukum Faiz Nugroho Mengusulkan Dua Cara Penyelesaian Kisruh Ijasah Jokowi, Yakni Secara Adat Atau Pengadilan

“Kita panitia sedang mempersiapkan, mudah-mudahan lancar, mohon doa restunya,” ujarnya.

Ditulis : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *