Kulon Progo, Poliman News – Harga cabai terus merosot tajam, sejumlah petani cabai di sepanjang pantai selatan Kabupaten Kulon Progo, menyatakan kondisi mereka sedang berduka.
Bahkan sejumlah petani cabai pesisir selatan juga memasang status di whats app mereka dengan unggahan memilukan.
“Petani cabai sedang berduka,” demikian staus whats app Sukarman, Ketua Kelompok Tani Cabai di Bugel, Panjatan, Kulon Progo, Rabu (12/11/2024).
Unggahan status ini mengomentari hasil lelang cabai yang hanya mencapai Rp3.800 perkilogram untuk jenis cabai merah super.
Sejumlah petani cabai di Pantai Selatan Bugel, Panjatan, Kulon Progo, mengatakan harga cabai terus merosot sejak dua bulan terakhir ini.
Ini merupakan ujian tersendiri bagi petani cabai di wilayah ini, karena setelah hampir tiga tahun mereka belum pernah mendapatkan harga seburuk ini.
Sejak bulan Oktober 2024, tercatat harga cabai di tingkat lelang terus terjungkal dari harga Rp11.000 per kilogram, dan terus merosot hingga titik nadir.
“Sejak awal bulan November 2024 duka itu terjadi. Awalnya kita dapat harga Rp11.000 per kilogram, eh hari berikutnya justru tiarap diangka Rp8.000 per kilogram,” ujar Yudianto salah seorang petani.
Saat itu petani berfikirnya, ini hanya sekedar permainan pasar, dan sehari dua hari pasti pulih di tingkat Rp 21.000 per kilogram atau bahkan kembali melejit.
Ternyata petani keliru. Setelah kita dapat harga Rp8.000 per kilogram, harga cabai kembali merosot hingga angka Rp6.000 per kilogram, dan kemarin Selasa (12/11/2024) harga cabai terjungkal diharga Rp3.800 perkilogra,
“Tamatlah riwayat cabai pada musim panen kali ini. Setelah terus menerus berada di angka Rp11.000 per kilogram, kita dihadiahi pada pedagang dengan harga lelang cabai merah super Rp3.800,”ujarnya.
Selebihnya tidak bisa berkata apa-apa. Kecuali pasrah pada Yang Maha Kuasa.
Liputan : Suyono Sugondo



