Hasto Wardoyo: Human Capital Index (HCI) Indonesia 0,54 dari skala 0–1 Peringkat 87 dari 157 Negara.

, Hasto menyoroti rendahnya Human Capital Index (HCI) Indonesia yang baru mencapai 0,54 dari skala 0–1, menempatkan Indonesia di peringkat 87 dari 157 negara. (foto/Anung)

Yogyakarta, Proliman News – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo membuka secara resmi Rapat Koordinasi Nasional IV (Rakornas IV) Forum Dewan Pendidikan Indonesia (FDPI) yang berlangsung pada 7–9 Oktober 2025 di Kota Yogyakarta.

Acara ini menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan pendidikan untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan global dan menyambut puncak bonus demografi Indonesia.

Dalam sambutannya, Hasto menyoroti rendahnya Human Capital Index (HCI) Indonesia yang baru mencapai 0,54 dari skala 0–1, menempatkan Indonesia di peringkat 87 dari 157 negara.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa perbaikan kualitas SDM menjadi hal mendesak agar potensi demografi dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Tantangan terbesar kita adalah memperbaiki kualitas manusia terlebih dahulu. Bonus demografi hanya akan menjadi peluang jika kita siapkan SDM unggul yang seimbang antara hard skill dan soft skill,” ujar Hasto.

Ia menekankan bahwa kemampuan nonteknis seperti kreativitas, komunikasi, kepemimpinan, dan kolaborasi menjadi kunci utama menghadapi era digital dan globalisasi.

“Jangan sampai generasi muda kita hanya menjadi tenaga kerja kasar di luar negeri. Pendidikan harus melahirkan generasi kreatif dan berdaya saing,” tambahnya.

Rakornas IV FDPI dihadiri oleh pengurus Dewan Pendidikan dari seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan merumuskan langkah nyata dalam penguatan mutu pendidikan berbasis partisipasi masyarakat.

BACA JUGA  Disdikpora Kulon Progo Gelar Bimtek Guru Kreatif, Guru Berdaya Pembelajaran Bermakna

Ketua Umum Forum Dewan Pendidikan Indonesia Rudianto Lallo menyampaikan bahwa FDPI hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan kebijakan pendidikan berpihak pada masyarakat.

“Forum Dewan Pendidikan hadir untuk menjembatani aspirasi masyarakat sekaligus mengawal mutu pendidikan nasional. Kami berkomitmen memperjuangkan penguatan regulasi agar Dewan Pendidikan di daerah dapat berperan lebih efektif,” tegasnya.

Rudianto juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor — antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha — untuk membangun sistem pendidikan yang adaptif dan relevan dengan tantangan masa depan.

“Pendidikan harus menjadi gerakan bersama. Hanya dengan kolaborasi, kita dapat mencetak SDM unggul yang siap membawa Indonesia menjadi bangsa maju,” ujarnya.

Forum Dewan Pendidikan Indonesia merupakan wadah koordinasi nasional bagi seluruh Dewan Pendidikan dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

FDPI berfungsi memperkuat partisipasi masyarakat, memberikan masukan kebijakan kepada pemerintah, serta mengawal pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan di seluruh daerah.

Melalui perannya, FDPI turut mendukung visi pembangunan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Liputan: Anung Marganto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *