Kulon Progo, Proliman News – Jumlah nasabah korban BUKP Wates, yang berkantor di Bendungan, Wates, Kulon Progo terus bertambah.
Sampai Sabtu (19/4/2025) sore data nasabah korban BUKP Wates yang terdata dan terverifikasi oleh relawan Paguyuban Nasabah BUKP Kulon Progo, sudah mencapai 78 orang dengan simpanan mencapai Rp 2,45 miliar.
“Up date data terus dilakukan, dan kami setiaphari melaporkan di group paguyuban nasabah korban BUKP Wates, agar teman-teman semangat,” ujarnya.
Rata-rata nasabah sudah menabung atau menyimpan dananya dalam bentuk deposito lebih dari dua tahun. Ada yang sudah empat tahun, bahkan ada yang sudah berjalan 7 tahun.
“Masalah yang menimpa mereka juga macam-macam, tetapi semuanya mengalami kesulitan mencairkan dananya, dengan alasan BUKP Wates tidak ada uang. Lho, piye ikih,” ujar Tri Wibowo, Ketua Dua Paguyuban Nasabah Korban BUKP Wates.
Sementara banyak korban mengaku petugas BUKP Wates tidak memberikan atau tidakmenerbitkan buku tabungannya atau bilyet depositonya meski sudah menyimpan dananya lebih dari dua tahun.
“Kita terus bergerak menghimpun semua nasabah korban BUKP Wates, kita fokus pada upaya mencari keadilan kepada Promprov DIY, karena dia yang punya BUKP Wates,” ujarnya.
Mereka juga telah melakukan komunikasi dengan pengurus nasabah korban BUKP Kulon Progo di Galur, Kokap, Pengasih serta wilayah lain untuk menyatukan langkah agar Gubernur DIY Sri Sultan HB X tahu dengan detail ulah anak buahnya dan bertanggungjawab.
Sementara diperoleh keterangan dari Anggota Komisi B DPRD DIY, Ajrudin Akbar dari PKS, bahwa pihanya telah meminta untuk semua BUKP DIY diaudit.
Lalu diambil tindakan, salah satunya dengan memberi jaminan nasabah korban BUKP DIY seperti di Galur, Wates, Pengasih, Panjatan, Kokap dan Girimulyo akan dibayarkan oleh Pemprov DIY.
“Intinya, masyarakat jangan dirugikan. Nilainya memang tidak kecil, tetapi kita melihat Pemprov DIY bisa membayar tabungan / deposito nasabah tersebut, kita tunggu saja sampai ada audiensi minggu besuk,” ujarnya.
Liputan : Suyono Sugondo



