Jagai Marwah NU, Kiai Sepuh Minta Presiden Prabowo Sanksi Pejabat yang Intervensi Muktamar ke-35

Jagai Marwah NU, Kiai Sepuh Minta Presiden Prabowo Sanksi Pejabat yang Intervensi Muktamar ke-35. (Foto/Dok)

Jakarta, Proliman News — Sejumlah kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) mendorong Presiden Prabowo Subianto bertindak tegas jika terdapat pejabat negara atau menteri yang berupaya mengintervensi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. Penegasan ini disampaikan guna menjaga kemandirian serta marwah jam’iyyah dari pencederaan politik praktis.

​Para pengasuh pesantren senior menegaskan bahwa independensi perhelatan Muktamar sangat krusial agar regenerasi kepemimpinan berjalan secara demokratis, jujur, dan bermartabat. Keterlibatan pihak eksternal maupun jajaran birokrasi dalam pengondisian suara dinilai dapat merusak tradisi musyawarah ulama.

​Perwakilan kiai sepuh menaruh harapan besar kepada Presiden Prabowo untuk mengawal netralitas aparatur pemerintah di seluruh tingkatan selama proses Muktamar berlangsung. Segala bentuk tekanan politik maupun manuver transaksional diminta untuk dihentikan.

​”Jika ada oknum pejabat atau menteri yang terbukti melakukan tindakan tidak patut dengan mencoba mengintervensi muktamar, kami berharap Bapak Presiden tidak ragu mengambil tindakan tegas,” tegas perwakilan forum kiai sepuh.

​Selain imbauan kepada pemerintah, para kiai sepuh turut berpesan kepada seluruh peserta Muktamar (muktamirin) agar tetap teguh menentukan arah organisasi berdasarkan hati nurani demi kemaslahatan umat dan bangsa.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner
BACA JUGA  Rekening Nganggur (Dormant) Akan Diblokir PPATK, Begini Keterangan Sejumlah Bankir

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *