Jalan Poros Tengah Srikayangan – Tuksono Kulon Progo Masih Penuh Pohon Pisang Dijanjikan Perbaikan Tahun 2026

Aksi warga Srikayangan, Sentolo, Kulon Progo menanami jalan poros tengah Srikayangan – Tuksono dengan puluhan pohon pisang masih berlangsung.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Aksi warga Srikayangan, Sentolo, Kulon Progo menanami jalan poros tengah Srikayangan – Tuksono dengan puluhan pohon pisang masih berlangsung.

Warga menyatakan, aksi ini akan diakhiri sampai jika pemerintah menyatakan jalan yang hancur bertahun-tahun tersebut segera diperbaiki.

Alasannya cukup rasional, yakni warga di berbagai pedukuhan yang melintasi jalan ini semua membayar pajak jendaraan bermotor atau mobil.

Mereka juga membayar pajak bumi bangunan dan pajak penghasilan dalam berbagai kesempatan jual beli atau bisnis.

“Tetapi warga tidak menikmati pajak kendaraan yang kami bayarkan. Kalau sudah begini, siapa yang lalai? Rakyat atau pemerintah,” ujar Sukardi, Senin (16/6/2025).

Aksi ini dilakukan warga karena kondisi jalan tersebut rusak sudah lebih dari lima tahun  tanpa pernah ada perhatian dari pemerintah.

Sukardi menyatakan bahwa aksi ini bukan hanya dfilakukan oleh warga di Srikayangan, tetapi juga didukung warga dari sejumlah wilayah lain.

Karena yang melintasi jalan ini diantaranya warga dari Ngentakrejo, Lendah, dan Tuksono, Sentolo.

“Soalnya jalan ini memang akses penting untuk warga di ketiga wilayah tersebut. Setiap hari. Baik yang pulang pergi kantoran atau bisnis,” ujarnya.

Sementara, usulan agar dilakukannya perbaikan sudah disampaikan kepada pemerintah mulai dari Pemerintah Kalurahan hingga Kabupaten.

Namun setiap kali diusulkan tidak pernah ada tindakan seolah – olah seperti warga sekitar ini bukan pembayar pajak yang baik.

BACA JUGA  Komisi C DPRD DIY Tinjau Pembangunan Jalan Sermo–Klepu, Dorong Percepatan Infrastruktur Kulon Progo

Ia mengaku beberapa kali warga di Srikayangan pernah melakukan perbaikan dengan cara urunan seiklasnya karena kondisi jalan terus memburuk.

Namun upaya warga itu pun tidak menyentuh perhatian para pejabat, baik di tingkat lokal, kabupaten maupun propinsi.

Akhirnya dengan cara spontan, banyak warga sepakat menanam pohon pisang dispeanjang jalan Poros Srikayangan – Tuksono, karena tingkat kerusakannya sudah sangat parah.

Lurah Srikayangan, Aris Purianto mengatakan perbaikan jalan ini sudah diusulkan beberapa kali tetapi belum ada titik terang.

“Aksi ini merupakan penyampaian aspirasi karena pengajuan tidak perbaikan jalan tidak pernah lolos,” katanya.

Jalan Poros Tengah Srikayangan – Tuksono ini merupakan kewenangan kabupaten.

Setiap musrenbang kalurahan perbaikan jalan ini selalu menjadi prioritas namun tidak pernah lolos.

Akibat aksi warga ini Pemda Kulon Progo berjanji akan melakukan perbaikan jalan ini pada tahun 2026 mendatang.

Liputan : Suryadi

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *