Jembatan Pandansimo Butuh Tambahan Dana Sebesar Rp50 Miliar Guna Membuat Fondasi Antilikuifaksi

- Pembangunan Jembatan Pandansimo mengajukan kenaikan anggaran sebesar enam persen, karena ada penambahan fondasi guna menghindari potensi bencana likuifaksi.(foto/ist)

Yogyakarta, Proliman News – Pembangunan Jembatan Pandansimo mengajukan kenaikan anggaran sebesar enam persen, karena ada penambahan fondasi guna menghindari potensi bencana likuifaksi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satker PJN DIY Setiawan Wibowo mengatakan, tambahan pekerjaan pondasi tersebut dilakukan setelah adanya kajian terkait potensi bencana yang memungkinkan.

“Kami melakukan update data tanah. Kita hitung kembali potensi bahaya sekitar 10 km dari Jembatan Pandansimo,” ujarnya.

Beberapa potensi bencana yang dapat terjadi disana antara lain likuifaksi.

Dari situ maka butuh menambah 200 pondasi untuk memastikan Jembatan Pandansimo tetap dapat berdiri kokoh dengan potensi bencana tersebut.

Setiawan menuturkan, penambahan pondasi tersebut menyebabkan ada lonjakan kebutuhan anggaran untuk penyelesaian proyek.

Dia menuturkan terjadi kenaikan anggaran sekitar 6% atau sekitar Rp50 miliar dari Rp814 miliar.

Tambahan pondasi tersebut akan berpengaruh pada penambahan waktu dari target semula pekerjaan konstruksi rampung pada Desember 2024 menjadi 31 Maret 2025 atau menambah 90 hari pelaksanaan.

Setiawan mengaku pihaknya telah mengajukan rencana penambahan anggaran dan waktu pelaksanaan kontrak kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Namun, hingga saat ini dua kementerian tersebut belum memberikan kejelasan terkait pengajuan tersebut.

“Sesuai peraturan Menteri Keuangan, pengajuan surat izin [kontrak] multi years [diajukan] 45 hari sebelum surat izin berakhir,” katanya.

 Harapannya awal November sudah meluncur surat Menteri PU ke Kementerian Keuangan [mengenai] usulan tambahan [anggaran dan waktu pelaksanaan] bagi [kontrak] multi years.

BACA JUGA  Komunitas Kretek Menilai Pengesahan Perda KTR Kulon Progo Tanpa Kajian Mendalam dan Tergesa-gesa

Dia menambahkan, apabila tidak ada persetujuan dari Kementerian PU dan Keuangan terkait dengan penambahan anggaran dan waktu pelaksanaan, maka pihaknya telah merancang pilihan berupaya melakukan efisiensi pada arsitektur Jembatan Pandansimo.

“Alternatif tidak ada tambahan nilai kontrak [anggaran], jembatan sudah bisa terkoneksi, hanya tidak ada ornamen atau arsitektur Jembatan Pandansimo,” katanya.

Desain arsitektur Jembatan Pandansimo yang menggunakan ornamen berbasis kearifan lokal seperti gunungan dan plaza selama ini menjadi keunggulan jembatan tersebut.

Menurut Setiawan, ketika tambahan anggaran tidak disetujui, maka Jembatan Pandansimo akan dibangun tanpa menggunakan ornamen.

Meski begitu, Setiawan berharap Kementerian PU dan Keuangan menyetujui tambahan anggaran tersebut, sehingga jembatan tersebut dapat dibangun sesuai dengan rencana awal.

“Kami berharap sesuai gambar desain untuk mempercantik Jembatan Pandansimo dan ada unsur budaya dari Jogja,” katanya, dirilis Harian Jogja.

Dia menyampaikan hingga 27 Oktober 2024, pembangunan Jembatan Pandansimo telah mencapai sekitar 80%.

Dengan progres tersebut, Jembatan Pandansimo telah tersambung hingga wilayah Kulon Progo.

Beberapa pekerjaan konstruksi yang telah dilakukan, antara lain pembangunan barrier dan pemasangan pagar di jembatan tersebut.

Dengan progres pekerjaan konstruksi yang ada, menurut Setiawan pihaknya menargetkan akhir tahun 2024 jembatan pendekat sudah diaspal, kemudian bentang tengah sudah tersambung.

Dengan skema penambahan anggaran maka pengaspalan ditargetkan pada Februari-Maret 2025.

“Pengaspalan tidak terlalu signifikan. Itu sebagai top level pekerjaan kami, terlihat hampir selesai, banyak ornamen [dikerjakan] sampai akhir Maret 2025,” katanya.

BACA JUGA  Kereta Api Bandara YIA Hiasi Stasiun dengan Ornamen Imlek, Perkuat Layanan Berbasis Pengalaman Pelanggan

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *