Jembatan Pandansimo Rencana Dibuka Tanggal 15 Agustus 2025, Semoga Berjalan Sesuai Rencana !

Jembatan Pandansimo sejumlah penggiat media sosial menyebutnya sebagai jembatan terunik di Indonesia atau terindah di Jawa.(foto/ist)

Yoyakarta, Proliman News – Audit keselamatan Jembatan Pandansimo yang menghubungkan Kulon Progo – Bantul masih berlangsung.

Jika tidak ada aral melintang operasional jembatan terindah di Indonesia tersebut ditarget paling lambat 15 Agustus 2025.

Jika seluruh rekomendasi dari hasil audit itu sudah ditindaklanjuti, maka Jembatan Pandansimo yang membentang sepanjang 1,9 kilometer di atas Sungai Progo itu siap dioperasikan.

Hal ini disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) DIY, Setiawan Wibowo.

Menurutnya, pembukaan jembatan tinggal menunggu hasil audit keselamatan dari Direktorat Jembatan Kementerian PUPR.

“Saat ini sedang persiapan audit keselamatannya. Apabila sudah keluar hasilnya dan rekomendasi sudah ditindaklanjuti, maka bisa mulai dioperasikan,” katanya Sabtu (19/7/2025).

Proyek pembangunan Jembatan Pandansimo yang menghubungkan kawasan selatan Bantul dan Kulon Progo itu sudah 100 persen.

Namun, jembatan tersebut belum dibuka untuk umum karena masih menunggu uji coba dan jadwal peresmian resmi.

Setiawan Wibowo mengatakan, saat ini proses peresmian masih dikonsultasikan antara Gubernur DIY dan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR RI.

“Peresmian masih dikonsultasikan antara Gubernur DIY dan Dirjen Bina Marga. Kami belum ada update infonya,” katanya.

Setiawan membenarkan jika pembangunan jembatan secara teknis sudah selesai. Tetapi belum dibuka untuk umum karena masih akan ada uji coba dulu.

Jembatan Pandansimo menjadi salah satu infrastruktur penting yang diharapkan dapat memperlancar akses wilayah pesisir dan mendukung pengembangan kawasan selatan Bantul, termasuk destinasi wisata pantai wilayah setempat.

BACA JUGA  Sinau Aksara Jawa di Setu Sinau Hadirkan Wayah Dalem HB X, Peserta Berjejal Ikuti Pembelajaran

Pembangunan Jembatan Pandansimo yang telah dimulai sejak 17 November 2023 ini mengalami perpanjangan masa pelaksanaan dan penambahan panjang penanganan.

Awalnya, proyek ini ditargetkan selesai pada Desember 2024, tapi mengalami perpanjangan hingga akhir 2025.

Total panjang penanganan yang di kontrak awal hanya 1.900 meter bertambah menjadi 2.300 meter. Penambahan ini untuk mengakomodasi kebutuhan lajur transisi untuk meningkatkan keselamatan jalan.

Setiawan menyebut, target paling lambat hasil audit dan rekomendasinya akan keluar pada 15 Agustus 2025.

Setelah itu uji coba operasional jembatan yang menelan anggaran sebesar Rp863,72 miliar yang bersumber dari APBN TA 2023-2025 itu bisa segera dilakukan.

Untuk peresmian resmi jembatan tersebut, menurut Setiawan, saat ini masih dalam tahap konsultasi antara Gubernur DIY dan Direktorat Jenderal Bina Marga. Belum ada tanggal pasti terkait agenda tersebut.

Liputan : Berbagai Media / Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *