Kulon Progo, Proliman News – Jembatan Pandansimo, yang menghubungkan Kulon Progo – Bantul di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) urung dibuka untuk lalu lintas arus mudik Lebaran 2025.
Selain karena proyek ini finishingnya belum selesai juga belum dilengkapi lampu jalan dan rambu-rambu lalu lintas.
Sehingga Jembatan Pandansimo dinyatakan belum siap untuk dilintasi kendaraan pemudik atau balik Lebaran 202.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo, Ariadi menyatakan, hasil penilaian pemilik proyek Jembatan Pandansimo belum siap digunakan.
Sehingga arus lalu lintas pemudik Lebaran 2025 yang melintasi JJLS akan diarahkan, tetap melintasi Jembatan Srandakan 2.
Para pemudik diminta mengambil arah kiri setelah melintasi Jembatan Ngremang Karangsewu Galur Kulon Progo dan melintasi Jembatan Srandakan 2 untuk masuk ke Kabupaten Bantul.
Untuk mencegah pemudik tidak menggunakan Jembatan Pandansimo, maka dua kilometer dari lokasi proyek akan
“Papan itu diletakkan di Simpang Tiga Ngremang, Karangsewu, Galur, Kulon Progo atau sekitar dua kilometer dari Jembatan Pandansimo,” ujar Ariadi.
Langkah itu diambil untuk mengatasi antusiasme pemudik yang akan melintasi Jembatan Pandansimo.
Sedang kandisi JJLS yang kini banyak lubang berbahaya sudah dilakukan penambalan terutama di Ruas Ngremang Karangsewu, hingga Jembatan Srandakan 2.
Sedang soal masih gelapnya ruas tersebut, Ariadi menyatakan pihaknya belum mampu mengoptimalkan penerangan jalan umu (PJU).
JJLS Ruas Jangkaran-Underpass YIA telah memiliki PJU yang optimal, sementara Ruas Underpass YIA-Brosot memiliki penerangan yang kurang optimal.
Ariadi menghimbau agar pemudik yang melintasi JJLS lebih hati-hati mengutamakan kehati-hatian dan tidak berkecapatan tinggi.
Liputan : Bagus Aryo



