Kulon Progo, Proliman News – Jembatan Sesek di Temben, Ngentakrejo, Lendah, Kulon Progo roboh dan hanyut terbawa arus air banjir Sungai Progo, Selasa (19/8/2025) petang.
Jembatan buatan warga yang beberapa hari lalu penuh dengan bendera merah putih tersebut, sekitar pukul 18.00 WIB petang tadi perlahan roboh, dan hanya dalam hitungan kurang lima menit, hanyut.
“Robohnya dari timur, dari sisi Pajangan, Bantul, lalu perlahan merembet ke barat meleyot – meleyot, lalu brull. Roboh total hanya dalam hitungan kurang dari menit,” ujar Sunarko saksi mata.
Jembatan sesek ini baru sebulan terakhir dioperasikan setelah dengan gotorng royong dibuat untuk lalu lintas warga dari Kulon Progo – Bantul, atau sebaliknya dari Negntakrejo – Pajangan.
Jembatan yang terbuat dari kayu dan bambu ini konon menghabiskan dana sedikitnya Rp 40 juta dikerjakan secara gotong royong warga setempat selama hampir dua minggu lebih.
Jembatan sesek seperti ini setiap musim kemarau memang selalu ada, dibuat untuk membantu mempersingkat perjalanan warga dari sekitar Kalurahan Ngentakrejo, lendah, Kulon Progo ke Pajangan, Bantul.
Dengan jembatan ini warga untuk sampai ke Bantul menghemat waktu lebih dari setengah jam. Sehingga keberadaan jembatan ini sebenarnya sangat strategis.
Tetapi jembatan ini hanya ada setiap musim kemarau, saat arus air Sungai Progo menyusut. Sedang di musim penghujan jembatan ini dipastikan hanyut dibawa arus air.
Seperti yang terjadi hari ini, karena Sungai Progo sejak siang banjir maka jembatan bertiang kayu ini pun tidak tahan diterjang arus air banjir yang demikian besar.
Jembatan ini pun akhirnya roboh dalam kondisi masih penuh bedera merah putih di sayap kanan dan kirinya.
Warga yang menyaksikan pun serentak berteriak ‘hwaaa rampung’ saat badan jembatan tenggelam dan hanyut dibawa arus air Sungai Progo.
“Hehe, wes rampung, magrib-magrib rampung, kukut,” ujar seorang warga.
Liputan : Suyono Sugondo



