Jeglerr…! Dana Nasabah di BUKP Wates dan Galur Dipastikan Hilang Dimakan Kadal, Sasmito Nugroho: Tak Ada Ampun !

Empat orang pengurus Paguyuban Nasabah BUKP Kulon Progo melakukan pertemuan dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan BPKAD DIY di Kantor Gubernur di kepatihan malioboro, Yogyakarta, Jumat (4/7/2025). (foto/markam)

Yogyakarta, Proliman News – Terbongkar data kejahatan para pegawai Badan Usaha Kredit Pedesaan (BUKP) Wates dan Galur, Kulon Progo.

Dana simpanan nasabah yang tergabung di Paguyuban Nasabah Korban BUKP Wates dan Galur total mencapai Rp 8,8 miliar yang dimiliki 250 orang nasabah.

Tetapi jumlah dana simpanan nasabah yang masuk sistem di BUKP Galur 107 juta dan BUKP Wates 540 juta.

“Ini data dari Biro Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DIY, ya,” ujar Sasmito Nugroho, Ketua Paguyuban Nasabah BUKP Kulon Progo, Jumat (4/7/2025).

Seperti diketahui hari ini pengurus Paguyuban Nasabah BUKP Kulon Progo melakukan pertemuan tertutup dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, dan BPKAD DIY di Kantor Gubernur Kepatihan.

Data di Biro Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DIY, total dana simpanan nasabah di BUKP Galur yang masuk sistem hanya Rp 107 juta.

Sementara simpanan nasabah yang tergabung dalam Paguyuban Nasabah Korban BUKP Galur saja mencapai Rp 5,3 miliar milik 120 orang nasabah.

Sedang di BUKP Galur ada hampir 400 orang nasabah. Sebanyak 120 orang nasabah masuk Paguyuban Nasabah Korban BUKP Galur.

“Berarti ada 280 orang nasabah tidak masuk paguyuban. Dan kita tidak tahu berapa jumlah simpanan mereka di BUKP Galur,” ujar Ris Ziyanto Bendahara Paguyuban Nasabah Korban BUKP Galur, usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Jumat (4/7/2025).

BACA JUGA  Jogja Police Watch Berkirim Surat ke Kejagung RI Meminta Agar Kajari Sleman Dicopot dari Jabatannya

Ia mengatakan, nanti akan segera konferensi pers sesudah sampai di Kulon Progo.

Intinya, bahwa kejahatan yang dilakukan oleh pengelola BUKP Galur sudah tidak ada ampun.

“Mereka tega banget, sudah melakukan penggelapan, manipulasi data, dan kejahatan berlindung dibawah nama besar Sri Sultan HB X,” katanya.

Sementara dana simpanan masyarakat di BUKP Wates yang masuk sistem hanya sebesar Rp 540 juta.

Sedang dana simpanan milik 124 nasabah yang masuk dalam Paguyuban Nasabah Korban BUKP Wates mencapai Rp 3,3 miliar.

“Ini kita akan koordinasi dengan teman-teman di paguyuban, kondisinya seperti itu. Kita membawa data dari BPKAD DIY ini bukan ngawur. Ini data pemerintah. Kita semua ditipu habis oleh para pegawai BUKP Wates,” kata Bendahara Paguyuban Nasabah Korban BUKP Wates, Wahyu Punomo, ketika keluar dari Kantor Gubernur DIY di Kepatihan Yogyakarta.

Artinya ratusan nasabah BUKP Wates harus mengambil sikap, melakukan gugatan hukum atau bagaimana. itu akan segera dibahas nanti di Kulon Progo.

“Karena sekarang sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi, dan mau mengelak seperti apa, pegawai BUKP Wates ini jahat banget,” katanya.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar

  1. Jelas penjahat itu, menipu masyarakat umum.
    Pemerintah daerah harus ambil sikap adil seadil2nya tanpa harus menyusahkan nasabah.

  2. Nek pemerintah ora tanggung jawab Karo duit nasabah sing maling setan pegawai BUKP mundur wae le dadi pejabat AKEH si Ng gelem ganti jabatane tur adil lan Wicaksono

  3. Nek pemerintah ora tanggung jawab Karo duit nasabah sing maling setan pegawai BUKP mundur wae le dadi pejabat AKEH si Ng gelem ganti jabatane tur adil lan Wicaksono