Joko Mursito Ngunduh Mantu Gedung Kebudayaan Kulon Progo Disulap Jadi Hutan Eksotis

Gedung Kebudayaan Kulon Progo, hari ini berubah menjadi tempat pahargyan ngunduh mantu yang unik, bernuansa hutan lengkap bernuansa tempo dulu.(foto/BH)

Kulon Progo, Proliman News – Gedung Kebudayaan Kulon Progo, hari ini berubah menjadi tempat pahargyan ngunduh mantu yang unik, bernuansa hutan lengkap bernuansa tempo dulu.

Suasana eksotis tampak sejak tempat among tamu berdiri sebelum memasuki arena utama pawiwahan risang pengantin sarimbit  Ponang Merdugandang – Regita Urbanantika.

Jalan menuju panggung pawiwahan diriubah menjadi mirip lorong kayu kuno dengan temaram lapu indah sehingga membuat lokasi ini luar biasa menarik, hingga banyak digunakan untuk latar selfie para tamu.

Karena ulah para tamu inilah, yang membuat para ponggawa among tamu menjadi terus mengumbar senyum karena suasana demikian riang.

“Pengantin laki-laki Ponang Medugandang, S. Sn, MA  adalah putra Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo Joko Mursito, sedang pengantin Regita Urbanantika, S.Tr.RMIK, MHPM adalah putri Bapak Dr. Raharja, S.Sn, MN, seorang dosen,” ujar salah seorang penerima tamu.

Joko Mursito yang juga Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo rupanya menyiapkan tempat pahargyan ngunduh mantu ini penuh dengan keprihatinan sekaligus membangun kenanngan masa lalu.

Pertama, nuansa keprihatinan senagaja dihadirkan karena negeri ini sedang dilanda banyak bencana, tanah longsor, banjir bandang dan hutan rusak dimana-mana.

“Kedua kami sengaja ingin bernostalgia, dengan suasana hutan tempo dulu. Karena dulu bapak saya seorang polisi hutan di Wonogiri, Jateng, hingga kami penuh kenangan dengan hutan,” ujar Joko Mursito.

BACA JUGA  Hormati Kejati, Pemda DIY Buka Fakta Putus Kontrak Proyek Mesin Susu

Dari seorang bapak polisi hutan itulah kami ada dan tumbuh besar hingga mencapai posisi seperti ini, urani Joko Mursito sembari menahan isak.

“Hingga hari ini anak lelaki kami ternyata sudah dewasa dan mempersunting seorang putri. Terimakasih atas doa sahabat-sahabat, teman-teman seperjuangan, dan seluruh lapisan yang tidak bisa saya sebut satu-satu. Matur sembah nuwun,“ lanjutnya.

Sebagai pelengkap eksotisme gawe ini, setiap tamu yang hadir akan mendapat give cinderamata berupa satu bibit pohon jambu kristal. Diharapkan dengan gerakan ini semua komponen yang hadir secara bersama-sama melakukan aksi menjaga lingkungan dan hutan.

Di luar panggung pawiwahan, sejumlah tokoh masyarakat, seniman dan pejabat di Pemda Kulon Progo nampak siaga menjadi among tamu pahargyan ngunduh matu yang benar-benar indah, eksotis tetapi romantis.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *