Kulon Progo, Proliman News — Layanan Kereta Api (KA) Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) kian memperkokoh posisinya sebagai tulang punggung transportasi publik andalan menuju bandara. Berdasarkan data performa sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, rute ini tercatat sukses mengangkut total 1.129.627 penumpang.
Capaian impresif tersebut menempatkan KA Bandara YIA di posisi ketiga dalam daftar layanan kereta bandara/perkotaan dengan jumlah pengguna terbanyak di Indonesia.
Merujuk pada data PT Kereta Api Indonesia (Persero), berikut adalah peta persaingan volume penumpang moda transportasi kereta bandara dan perkotaan di Indonesia:

Dari total sekitar 6,2 juta pergerakan penumpang yang memanfaatkan moda transportasi kereta bandara di seluruh penjuru Indonesia selama lima bulan pertama tahun 2026, hampir 20 persen di antaranya disumbang oleh operasional KA Bandara YIA.
Angka ini menjadi bukti nyata atas tingginya tingkat kepercayaan masyarakat lokal maupun wisatawan terhadap efisiensi transportasi publik berbasis rel sebagai akses utama menuju YIA.
“Capaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik yang terintegrasi dengan bandara. KA Bandara memberikan kepastian waktu tempuh, kenyamanan, serta kemudahan bagi penumpang pesawat yang datang maupun berangkat melalui YIA.” — Muhammad Thamrin, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang YIA.
Sinergi Strategis Demi Pertumbuhan Ekonomi DIY, penguatan konektivitas antarmoda ini merupakan buah dari hasil sinergi yang solid antara PT Kereta Api Indonesia, pihak maskapai, pemerintah, serta pemangku kepentingan terkait. Langkah integrasi antara jadwal penerbangan dengan ketepatan waktu kereta akan terus dioptimalkan demi mendorong lebih banyak masyarakat beralih ke transportasi umum.
Ke depan, seiring dengan bertambahnya rute-rute penerbangan baru di YIA, layanan kereta bandara ini diproyeksikan mampu menjaga tren pertumbuhan positif. Tidak hanya sekadar mempermudah mobilitas, kehadiran konektivitas yang kuat ini dirancang untuk mendongkrak daya saing kawasan bandara sebagai motor penggerak baru bagi sektor pariwisata, investasi, dan roda ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Liputan: Galang Andika Pratama



