Karnaval HUT Kemerdekaan RI Kaliabu Sedot Ribuan Pengunjung

Karnaval HUT Kemerdekaan RI Kaliabu Sedot Ribuan Pengunjung. (Foto/Dok)

Magelang, Proliman News – Ribuan warga memadati sepanjang rute Karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Kaliabu, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Sabtu (15/8/2026). Mereka antusias menyaksikan kreativitas sekitar 30 kontingen yang menampilkan beragam kostum dan maskot, termasuk ogoh-ogoh berukuran besar.

Pantauan di lokasi, warga tumplek blek di kanan dan kiri jalan sepanjang rute karnaval. Mereka rela berdiri berjam-jam untuk menyaksikan penampilan peserta yang menempuh rute sekitar 2,5 kilometer, dengan start dari Dusun Losari dan finish di Dusun Jamblang.

Sekitar 30 kontingen ambil bagian dalam karnaval tersebut. Peserta berasal dari lembaga pendidikan, dusun, maupun komunitas. Masing-masing kontingen menampilkan kostum dan maskot yang dipersiapkan secara khusus untuk memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Suasana semakin meriah ketika peserta tiba di depan panggung utama di Dusun Krajan. Satu per satu kontingen menunjukkan kebolehannya melalui performance sambil membawa maskot dan mengenakan kostum kreasi masing-masing.

Salah satunya kontingen Dusun Demangan Timur yang membawa ogoh-ogoh tokoh pewayangan Antasena. Puluhan peserta laki-laki dan perempuan turut tampil mengenakan kostum yang telah dipersiapkan secara khusus.

Kostum tersebut bahkan telah dibuat sejak sekitar tujuh bulan sebelum pelaksanaan karnaval. Pembuatannya dilakukan secara gotong royong oleh para pemuda dusun.

“Kostum ini dibuat sekitar tujuh bulan yang lalu. Nanti setelah dipakai hari ini (karnaval), direntalkan atau disewakan untuk desa maupun lainnya yang mau karnaval,” kata Andika Pratama (30), panitia karnaval dari Dusun Demangan Timur, di sela-sela karnaval.

Andika mengatakan, untuk pembuatan seluruh kostum serta penyewaan sound system, warga menghabiskan anggaran sekitar Rp70 juta.

“Habis sekitar Rp70 juta dari patungan warga. Dari jimpitan uang Rp5 ribu per muda setiap minggu ada sekitar 60-an. Terus hari H per KK Rp100 ribu atau lebih, tergantung kemampuan tiap KK, ada sekitar 80-an,” ujarnya.

Sementara itu, Dusun Ngampel tampil dengan membawa ogoh-ogoh tokoh Ken Arok dan Ken Dedes. Puluhan peserta laki-laki dan perempuan turut memeriahkan performance dengan mengenakan kostum kreasi.

Umu Marziqoh (31), warga Ngampel yang berperan sebagai Ken Dedes, mengatakan kostum yang dikenakannya terbuat dari sejumlah material, di antaranya besi, spon, dan cat.

“Yang mesti berat, ini dari besi, spon, cat. Capek, pegal, tapi harus kuat diiringi dengan gerak, jadi tidak begitu berat,” katanya.

Ia mengaku telah mempersiapkan diri sejak dini hari untuk mengikuti karnaval.

“Persiapan dari jam 2 pagi. Sudah mulai rias. Ini beratnya sekitar 10 kilogram, kostumnya dari spon ati,” ujar Iqoh.

Kemeriahan Karnaval Kaliabu juga menarik perhatian warga dari desa-desa lain. Salah satunya Rahmat Tauvani (30), warga Sriwedari, Salaman, yang datang bersama istrinya, Yunita (30), serta anaknya. Ia mengaku sudah tiga kali berturut-turut menyaksikan Karnaval Kaliabu.

“Karnaval Kaliabu lebih menarik daripada desa-desa lainnya. Menariknya maskot dan kostum yang dipakai,” kata Rahmat.

Menurut dia, penonton tidak hanya berasal dari wilayah Desa Kaliabu dan Kecamatan Salaman, tetapi juga dari Kecamatan Kajoran.

“Penonton semua dari desa di Salaman, terus Kajoran banyak ke sini tertarik melihatnya. Di sini lebih atraktif, lebih ramai, akses jalan lebih bisa dijangkau,” ujarnya.

Camat Salaman Imam Wisnu Kusuma mengatakan, penyelenggaraan Karnaval Kaliabu dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum yang luar biasa bagi masyarakat.

“Seluruh masyarakat dari berbagai dusun turut ambil bagian dengan menampilkan kreativitas dan karya terbaiknya. Bahkan, kostum yang ditampilkan memiliki kualitas kreativitas yang setara dengan fashion carnival, ditambah kehadiran ogoh-ogoh yang semakin memperkaya ekspresi budaya masyarakat,” kata Imam.

Menurutnya, karnaval tidak sekadar menjadi hiburan dalam perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan nasionalisme, gotong royong, kreativitas, sekaligus kecintaan terhadap budaya Indonesia.

“Masyarakat menunjukkan bahwa keberagaman kreativitas dan budaya dapat menjadi kekuatan yang menyatukan,” ujarnya.

Imam menambahkan, pelaksanaan karnaval juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Persiapan kostum, properti, konsumsi, dekorasi hingga berbagai kebutuhan karnaval melibatkan pelaku UMKM dan usaha lokal.

“Semoga Karnaval Kaliabu terus menjadi tradisi positif yang mampu menjaga nasionalisme, melestarikan budaya, mengembangkan kreativitas generasi muda, serta semakin menguatkan UMKM dan perekonomian lokal,” pungkasnya.

Liputan: Nadhifa Zara

Deskripsi Banner
BACA JUGA  TMMD Ke-129 Dibuka, TNI dan Warga Temanggung Bersinergi Bangun Desa Wates

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *