Kasus Keracunan MBG di SMP 3 Wates Berbuntut Panjang, Kantin Sekolah Disebut Perlu Diinvestigasi

Ratusan siswa SMP Negeri 3 Wates, Kulon Progo, keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (21/7/2026). (foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News — SPPG Karangwuni menyatakan banyak indikasi kasus keracunan di SMP 3 Wates bukan karena paket MBG, tetapi ada faktor lain.

SPPG Karangwuni meminta untuk Kantin Sekolah dilakukan investigasi, karena berbagai alasan yang menguatkan bahwa keracunan bukan karena paket MBG.

Asisten Lapangan SPPG Karangwuni, Fajar Pramono, keracunan makanan belum tentu disebabkan oleh Makan Bergizi Gratis (MBG), dilansir Tribunnews, Jumat (24/7/2026).

Alasan utamanya, karena Paket MBG dari SPPG Karangwuni dikirim pada pukul 09.30 dan disantap pada pukul 11.30 WIB, dan paket serupa juga disuplai ke sejumlah kelompok masayarakat dan sekolah lain tetapi tidak ada kasus keracunan di sejumlah tempat tersebut.

Asisten Lapangan SPPG Karangwuni, Fajar Pramono menilai keracunan makanan belum tentu disebabkan oleh Makan Bergizi Gratis (MBG).

Klaim ini didasarkan pada keterangan dari wali pelajar hingga guru dari sekolah selain SMPN 3 Wates.

“Ada wali dari SMPN 3 Wates dan guru dari sekolah lain yang meminta untuk dilakukan investigasi pada kantin di SMPN 3 Wates,” kata Fajar kepada Tribunnews Yogyakarta Jumat (24/07/2026).

Ia beralasan ada kejanggalan lantaran kasus keracunan makanan paling banyak terjadi pada pelajar di SMPN 3 Wates.

Padahal SPPG Karangwuni juga melayani 37 sekolah lain dan 6 Posyandu, yang artinya mereka menerima menu yang sama.

Menurut Fajar, ada beberapa relawan SPPG dan guru sekolah lain yang mengonsumsi menu MBG yang sama pada sore harinya.

BACA JUGA  Pembekalan Paskibraka Kulon Progo Bupati Agung Setyawan Bakar Semangat Peserta !

Namun mereka tidak mengalami keracunan makanan setelahnya.

“Kami mempertanyakan kebersihan dari kantin sekolah karena posisinya dekat dengan toilet, sehingga perlu ada investigasi,” ujarnya.

Menanggapi serangan dari SPPG Karangwuni, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Susilaningsih, sabtu (25/7/2026) menyatakan, agar semua menunggu hasil investigasi.

“Menunggu hasl Tim Investigasi,” tegas Susilaningsih ketika dikonfirmasi hari ini oleh Proliman News.

Seebelumnya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, Susilaningsih mengaku sulit untuk menjadikan kantin SMPN 3 Wates sebagai salah satu penyebab keracunan.

Sebab meski korban terbanyak dari sekolah tersebut, keracunan makanan juga dialami oleh ibu hamil dan menyusui.

Data Dinkes Kulon Progo menyebut ada 105 korban keracunan makanan pada Selasa lalu, mengacu pada verifikasi dan validasi data ulang. 98 korban adalah pelajar, lalu ada 4 tenaga kependidikan (tendik), 2 ibu menyusui, dan 1 ibu hamil.

“Ibu hamil dan ibu menyusuinya kan tidak jajan di kantin sekolah, jadi sementara ini kantin tidak ikut kami periksa,” kata Susilaningsih.

Para ibu hamil dan menyusui tersebut menerima jatah MBG melalui Posyandu terdekat.

Mereka turut mengalami gejala nyeri perut bahkan muntah-muntah setelah mengonsumsi MBG.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulon Progo ketika diminta keterangannya tentang tuduhan Kantin Sekolah sebagai penyebab keracunan, justru keheranan.

“Ini aneh kenapa menyalahkan pihak lain ? Tetapi ini ranah Dinas Kesehatan, silahkan dilakukan,” ujar Kepala Dikpora Kulon Progo Nur Wahyudi, Sabtu ( 25/7/2026).

BACA JUGA  Polda DIY Gelar Jum'at Curhat di Balai Kalurahan Kranggan Galur Kulon Progo, Kapolres: Kita Siap Dikritik !

Liputan: Suyono Sugondo

 

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar