Kulon progo, Proliman News – Berbagai corak layang-layang dari sejumlah negara akan menghiasi langit Persawahan Kalurahan Banaran, Galur. Kulon Progo 4 -5 Juli 2026, mendatang.
Ini merupakan Road To The 11 Tahun Annual Jogja Internasional Kite Festival, pada 4 – 5 Juli 2026 yang semula akan digelar di Lapangan Tayuban, Panjatan, Kulon Progo tetapi karena banyak jaringan Listrik Tegangan Tinggi (SUTET) maka dialihkan ke JJLS Banaran, Galur, Kulon Progo.
Pemilihan lokasi baru di JJLS Banaran, Galur, Kulon Progo karena wilayah ini dianggap paling aman dari gangguan udara, dan kawasan ini sedang tumbuh menjadi wisata baru sejak dibukanya Jembatan Kabaran.
Festival berskala internasional ini menjadi salah satu agenda budaya dan pariwisata yang dinantikan masyarakat serta wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan dari 17 negara, didukung oleh 50 klub layang-layang nasional, serta melibatkan sekitar 1.000 peserta siswa dalam pelaksanaan Olimpiade Layang-Layang Nasional pertama di Indonesia.
Berbagai bentuk layang-layang unik dan kreatif, mulai dari naga raksasa, satwa laut, hewan eksotis hingga karakter budaya dunia, akan menghiasi langit selatan Yogyakarta.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pertunjukan seni layang-layang, tetapi juga menjadi sarana mempererat persahabatan antarbangsa melalui semangat kebersamaan dan perdamaian.
Mengusung tema Kite for Peace, Friendship & Unity, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat hubungan budaya antarnegara sekaligus memperkenalkan kekayaan pariwisata Indonesia kepada dunia internasional.
Selain menjadi daya tarik wisata, pelaksanaan festival ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung diperkirakan akan meningkatkan aktivitas sektor UMKM, kuliner, penginapan, transportasi, serta berbagai usaha kreatif lainnya di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Melalui Jogja International Kite Festival 2026, Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai kota budaya yang terbuka bagi kolaborasi internasional.
Semangat persatuan, kreativitas, dan persahabatan yang terbang bersama layang-layang di langit Parangkusumo menjadi simbol bahwa perbedaan dapat disatukan dalam harmoni untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Perkembangan terbaru terkait dengan jadwal Road To The 11 tahun Annual Jogja internasional kite Festival 2026 yang semula akan digelar di wilayah Lapangan Tayuban, Panjatan, Kulon Progo akhirnya digeser ke Banaran, Galur, Kulon Progo karena kendala teknis.
Tidak bisa di lanjutkan karena terdapat obyek vital yaitu SUTET sehingga.panitia merelokasi dengan mencari tempat baru sebagai pengganti lokasi kegiatannya yaitu bertempat pada area persawahan di wilayah Kalurahan Banaran Kapanewon Galur dengan titik koordinat : 7’58’04.6″S 110’12’26.1″E pada tanggal 4 dan 5 juli 2026
“Satu Langit , Satu Sahabat dan Satu Budaya” merupakan sebuah pesan yang mengajak seluruh masyarakat dunia untuk terus menjaga perdamaian, mempererat persaudaraan, dan merayakan keberagaman melalui bahasa universal budaya dan kreativitas.
Lokasi utamanya berada di utara dan barat Jembatan Kabanaran, Banaran, Galur, Kulon Progo, diharapkan para penggiat UMKM, peserta lokal bisa menyesuaikan diri.
Liputan: Budi Legowo Santoso



