Kenapa Alat Berat Pada Diangkut Keluar dari PT Selo Adikarto, Agung Setyawan: Tidak Tahu Saya, Tanya ke Managemen !

“Tidak tahu saya. Ya, jangan tanyakan saya, keliru nanti,” katanya melalui pesan singkat yang diterima reporter Proliman News, Winarto.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Sejumlah alat berat dari Kantor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Selo Adikarto, di Nanggulan, Kulon Progo diangkut ke Semarang, Jawa Tengah, beberapa hari lalu.

Setidaknya ada lima towing ( truk pengangkut alat berat,red) yang dikerahkan untuk mengusung alat barat tersebut.

Diperoleh informasi bahwa alat-alat berat tersebut diambil pemiliknya yakni sebuah perusahaan yang berlokasi di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Infomarsi pengangkutan alat berat dari PT Selo Adikarto ke Semarang diperoleh setelah konvoi alat berat ini merantaskan jaringan kabel listrik PLN di Dukuh, Dukuh, Donomulyo, Nanggulan, Kulon Progo.

 “Infonya, begitu. Diambil pemiliknya mitra kerja KSO PT Selo Adikarto, namanya kurang tahu. Semua ada lima towing,”ujar Agung Rahardjo, Anggota DPRD Kulon Progo ketika dikonfirmasi.

Ia menyatakan tidak tahu sejarahnya, kenapa alat berat dari mitra KSO ada di sana lalu diambil hari ini, ia juga tidak tahu kenapa diambil malam-malam begini.

Yang pasti konvoi 5 towing pengangkut alat berat dari PT Selo Adikarto membuat jaringan kabel listrik di Dukuh, Donomulyo, Nanggulan, Kulon Progo rantas tersangkut tingginya beban barang.

“Tiga jaringan kabel putus, jebol dari tiangnya, satu pengendara motor tersangkut hingga jatuh, dua jam lebih sedikit kemudian dibehani oleh petugas PLN,” ujarnya menerangkan.

Beberapa alat tersebut diambil pemiliknya, karena konon alat-alat ini tidak bakal beroperasi dalam tempo lama atau entah sampai kapan.

BACA JUGA  Kyai Kanjeng Akan Tampil Pada Puncak Acara Hari Pertama Gebyar Keistimewaan di Alun-Alun Wonosari

Hal ini dilakukan setelah PT Selo Adikarto dihentikan operasinya oleh Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan sejak tanggal 8 Juli 2025.

Pengehentian dilakukan karena direksi PT Selo Adikarto diduga melakukan korupsi peyimpangan keuangan sejak tahun 2016, dan kini sedang dalam penyelidikan Kejaksaan Negeri Kulon Progo.

Milik siapa sebenarnya alat-alat berat yang dibawa keluar dari PT Selo Adikarto, benarkah alat tersebut merupakan bagian dari kerjasama operasional sebuah peruahaan dengan PT Selo Adikarto?

Ketika masalah ini dikonfirmasi kepada Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, ia hanya memberi jawaban pendek.

“Tidak tahu saya. Ya, jangan tanyakan saya, keliru nanti,” katanya melalui pesan singkat yang diterima reporter Proliman News, Winarto.

Pertanyaan ini tetap dilanjutkan, tetapi sebagai Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan tetap berpedoman pada proses hukum yang sedang berjalan.

“Tanyakan ke managemen sana, ke direksi, kita taat hukum,” ujarnya menambahkan, tanpa penjelasan lebih lanjut.

Liputan : Winarto/Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *