Kulon Progo, Proliman News – Kemiskinan itu tidak mungkin akan dihapuskan dengan cara apapun oleh siapapun karena kemiskianan itu sunatullah.
“Jangankan hanya Paslon Bupati – Wakil Bupati, Paslon Presiden – Wakil Presiden pun tidak mungkin bisa menghapus kemiskinan,” ujar Ketua DPD PAN Kulon Progo Muhtarom Asrori, Kamis (7/11/2024).
Yang bisa dilakukan oleh kita semua, termasuk Paslon Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo, hanya berusaha membuat berbagai program atau membuat terobosoan untuk mengurangi kemiskinan.
“Paling banter hanya bisa menekan, agar jumlah orang miskin terkurangi itu saja. Ya karena memang begitu, sunatullah,” ujar Muhtarom Asrori ketika menghubungi Proliman News, Kamis (7/11/2024).
Muhtarom Asrori mengingatkan semua pihak khususnya Tim Pemenangan Paslon Bupati-Wakil Bupati Kulon Progo Nomor Urut 1, Agung Setyawan – Ambar Purwoko agar perjalanan ke depan lebih berkah, maka sebaiknya memberi pendapat dengan kosa kata yang lebih rasional.
“Kepada Paslon Bupati – Wakil Bupati Agung Setyawan – Ambar Purwoko, kami sering bicara bahwa tidak mungkin menghapus kemiskinan. Yang bisa hanya berupaya menekan atau mengurangi saja, menghilangkan sangat tidak mungkin,” katanya.
Perndapat ini ia sampaikan, agar ke depan cara pandangnya relatif sama antar semua komponen dalam pemerintahan Agung Setyawan – Ambar Purwoko.
Karena DPD PAN Kulon Progo sejak awal sudah sepakat, pihaknya tidak hanya akan memenangkan Paslon Bupati – Wakil Bupati Nomor Urut 1, tetapi juga mengawal selama pemerintahannya berjalan.
“Maka satu hal yang perlu kita bangun bersama dalam konteks kemiskinan adalah tidak ada yang bisa mengubah atau menghilangkan kemiskinan, kecuali hanya bisa berupaya menekan atau mengurangi jumlahnya,”paparnya.
Caranya bagaimana, untuk kemiskinan absolut atau kemiskinan ekstrim tentu hanya bisa dengan peningkatan bantuan.
“Ini juga merupakan amanat UUD 45, bahwa fakir miskin dan anal terlantar dipelihara oleh negara. Maka pemberian bantuan bagi warga miskin yang ekstrim harus ditingkatkan,” ujarnya menjelaskan.
Karena untuk kemiskinan ekstrim itu adalah kelompok orang yang tidak bisa berusaha sama sekali, bisanya hanya menerima bantuan . Contohnya lansia yang tidak punya siapa-siapa !
Liputan : Suyono Sugondo



