Kulon Progo, Proliman News – Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo Aris Syarifudin mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan siswa sekolah dasar dan taman kanak-kanak di wilayah Sentolo, Rabu (21/1/2026).
Ia menegaskan, keselamatan dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak di lingkungan pendidikan, harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pangan yang dijalankan pemerintah.
“Kami mendorong penanganan cepat terhadap para korban dan meminta dilakukan investigasi secara transparan untuk memastikan penyebab kejadian ini. Evaluasi harus dilakukan dari hulu ke hilir, mulai dari pengolahan, distribusi, hingga pengawasan di lapangan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Wates.
Dugaan keracunan tersebut terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan dari program Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) Kaliagung, Sentolo.
Kepala TK IT Budi Mulyo Kaliagung, Rif’atunikmah, menjelaskan bahwa pihak sekolah sempat mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Namun, beberapa jam setelah dikonsumsi, sejumlah murid mulai mengeluhkan gangguan kesehatan.
Pihak sekolah mencatat, sebanyak 28 siswa SD IT Budi Mulia dan 10 anak TK mengalami keluhan dengan tingkat gejala yang bervariasi. Dari jumlah tersebut, 19 siswa SD mendapat penanganan medis, sementara tujuh anak TK dirawat di rumah dengan keluhan utama diare dan mual. Selain itu, tujuh anak lainnya mengalami muntah sekitar pukul 13.00 WIB, setelah mengonsumsi makanan pada pukul 10.00 WIB.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak sekolah dan wali murid menyampaikan keberatan atas pengelolaan SPPG Kaliagung yang telah berjalan sejak November hingga Desember 2025, terutama terkait menu dan standar kualitas makanan yang disusun oleh tenaga ahli gizi.
Sekolah kemudian memfasilitasi pertemuan antara pengelola SPPG, perwakilan orang tua, dan manajemen sekolah dengan pendampingan aparat dari Polsek dan Koramil Sentolo.
Dalam pertemuan itu, Kepala SPPG Kaliagung Sentolo, Satriya Dicky Ilham, menyatakan bahwa proses produksi dan distribusi makanan telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Ia juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk dievaluasi serta bekerja sama dengan sekolah dan dinas terkait dalam penelusuran penyebab kejadian.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Susilaningsih, menegaskan bahwa pihaknya masih memproses pemeriksaan sampel makanan di laboratorium.
“Kami masih menunggu hasil resmi dari laboratorium. Sebelum hasil tersebut keluar, kami belum dapat memberikan pernyataan terkait penyebab dugaan keracunan ini,” ujar Susilaningsih di Wates, Selasa.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Ketua DPRD Kulon Progo menyatakan pihaknya akan memanggil Dinas Kesehatan, SPPG, dan Dinas Pendidikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) untuk membahas penyebab dugaan keracunan dan langkah perbaikan program MBG.
“Program peningkatan gizi tidak boleh menjadi sumber risiko baru bagi anak-anak. DPRD akan memastikan ada langkah perbaikan konkret demi menjamin keamanan pangan di lingkungan pendidikan,” tegasnya.
Liputan : Anung Marganto



