Yogyakarta, Proliman News – Tren positif terus ditunjukkan oleh lembaga pendidikan di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah. Kepercayaan masyarakat terhadap sekolah dan madrasah Muhammadiyah-’Aisyiyah dilaporkan semakin menguat dari tahun ke tahun. Hal ini dibuktikan dengan lonjakan jumlah peserta didik yang kini secara akumulatif telah melampaui angka satu juta siswa di seluruh Indonesia.
Capaian membanggakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Didik Suhardi. Laporan ini dipaparkan dalam acara live streaming “Ketum PP Muhammadiyah Menyapa” yang digelar untuk menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027 dengan tema “Gembira, Berkarya”, Selasa (14/7/2026).
Dalam laporannya, Didik menyebutkan bahwa pada Tahun Ajaran 2025/2026, jumlah peserta didik baru di sekolah dan madrasah Muhammadiyah-’Aisyiyah tumbuh hampir dua persen dibandingkan tahun ajaran sebelumnya.
”Melalui data wilayah yang masuk ke kami, dari tahun ke tahun jumlah murid Muhammadiyah terus mengalami kenaikan. Pada tahun ajaran 2025/2026 kemarin naik hampir 2 persen, sehingga total siswa kita saat ini mencapai sekitar 1.070.000 anak. InsyaAllah, tren peningkatan ini akan terus berlanjut pada tahun ajaran baru ini,” ujar Didik optimis melalui siaran langsung di Muhammadiyah Channel.
Menurutnya, lonjakan ini merupakan hasil kerja keras kolektif dari para kepala sekolah, guru, pengelola madrasah, serta seluruh jajaran persyarikatan di daerah yang konsisten melakukan pembinaan, pendampingan, dan penguatan mutu sekolah.
Menariknya, tren pertumbuhan ini merata di berbagai daerah. Wilayah yang sebelumnya sempat mengalami penurunan jumlah siswa—seperti Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jawa Timur, Depok, Lampung, dan DI Yogyakarta—kini justru berbalik menunjukkan grafik pertumbuhan yang signifikan.
Peningkatan yang tidak kalah impresif juga terjadi di Jawa Tengah, Kotawaringin Timur, Malang, hingga Jambi. Didik mencontohkan, ada wilayah yang pada tahun 2023 hanya memiliki sekitar 2.500 siswa, namun pada tahun 2026 ini melesat hingga menyentuh angka 6.500 siswa. Bahkan, daerah yang pada 2024 lalu hanya mencatat 500 siswa, kini terus bergerak naik menjadi 626 siswa.
”Perkembangan positif ini tidak lepas dari peran luar biasa para mantan kepala sekolah, mantan pengurus, serta jajaran kepala sekolah aktif yang gigih membesarkan amal usaha ini. Kami di pusat juga rutin menerjunkan tim ke lapangan untuk memberikan penguatan,” tambahnya.
Selain unggul dari sisi kuantitas, Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah juga mencatatkan torehan prestasi akademik yang gemilang sepanjang tahun 2026. Salah satunya adalah keberhasilan 370 siswa Muhammadiyah kelar lolos seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten dan siap melaju ke babak berikutnya.
Didik menilai prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mutu pendidikan Muhammadiyah kini semakin merata dan tidak lagi berpusat atau didominasi oleh sekolah-sekolah di Pulau Jawa saja, melainkan sudah tumbuh subur di berbagai pelosok tanah air.
Guna mempertahankan sekaligus mendongkrak keunggulan di bidang sains, Muhammadiyah terus memperluas implementasi Program MIPA unggulan yang saat ini telah diterapkan di 102 sekolah. Program ini diproyeksikan menjadi inkubator utama untuk melahirkan generasi muda yang memiliki daya saing tinggi, baik di skala nasional maupun internasional.
Muhammadiyah juga kian serius menapaki langkah internasionalisasi. Sejak tahun 2025, persyarikatan telah mengembangkan Training Center Pusat Bahasa. Sebagai kelanjutannya di tahun 2026, Majelis Dikdasmen PNF akan menggelar bimbingan teknis untuk Program MIPA Bilingual, sebuah langkah strategis untuk mengasah kemampuan komunikasi global para siswa melalui metode pembelajaran dua bahasa.
Melalui program-program visioner ini, lulusan sekolah maupun Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah diharapkan tidak hanya unggul secara akademis di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus perguruan tinggi top di luar negeri.
”Kami berupaya maksimal agar anak-anak lulusan Muhammadiyah bisa mengambil porsi besar untuk kuliah di luar negeri. Ini bukan sekadar prestasi akademik, melainkan juga bagian dari misi dakwah kita untuk mensyiarkan nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan ke panggung dunia,” tegas Didik.
Menutup laporannya, Didik menegaskan bahwa modal besar berupa lonjakan jumlah siswa, prestasi akademik, program sains yang kuat, serta langkah internasionalisasi ini harus dijadikan pemantik semangat. Memasuki Tahun Ajaran Baru 2026/2027, ia mengajak seluruh insan pendidikan Muhammadiyah untuk terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, adaptif terhadap tantangan zaman, berkarakter mulia, serta berdaya saing global.
Liputan: Galang Andika Pratama



