Komisi 3 DPRD Kulon Progo Sidak Bangunan SD Bugel, Kesimpulan: Atap Mleyot-mleyot, Dinding Retak-retak !

Komisi 3 DPRD Kulon Progo melakukan ceking lokasi, diperoleh kesimpulan sementara bangunan baru tersebut kualitasnya lebih buruk dari kualitas gedung lama.(foto/dok)

Kulon Progo, Proliman News — Pembangunan SD Bugel, Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, menyisakan masalah berat.

Gedung sekolah yang dibangun menggunakan anggaran dari APBD Kulon Progo sebesar kurang lebih Rp3 miliar, tersebut kini menjadi perhatian serius Komisi 3 DPRD Kulon Progo, karena atapnya mleyot-mleyot ( bergelombang, red).

Selain itu kondisi dinding banyak yang retak-retak, sementara dari laporan masyarakat kamar mandi karena pintunya bermasalah sempat membuat siswa tidak bisa keluar sebanyak empat kali.

Bahkan saat Komisi 3 DPRD Kulon Progo melakukan ceking lokasi, diperoleh kesimpulan sementara bangunan baru tersebut kualitasnya lebih buruk dari kualitas gedung lama.

Dindingnya bermasalah, rangka atapnya tidak rata dan diperkirakan menggunakan kayu tidak sesuai spek, sehingga atap gedung mleyot-mleyot.

Bahkan diperoleh laporan masyarakat, kamar mandi di sekolah tersebut empat kali membuat gaduh karena siswa yang ada di dalam kamar mandi tidak bisa keluar karena pintu bermasalah.

“Berdasarkan pengamatan di lapangan, hasil pembangunan dinilai masih jauh dari harapan dalam hal kerapian dan kualitas pengerjaan, “ ujar Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kulon Progo Pancar Topodriyo.

Beberapa temuan yang terlihat secara kasat mata antara lain kondisi plafon yang tampak tidak rata, yang diduga disebabkan oleh pemasangan usuk atau rangka atap yang kurang rapi.

Selain itu, hasil pengecatan dinding juga terlihat kurang merata dan terdapat sejumlah retakan-retakan kecil pada beberapa bagian tembok.

BACA JUGA  AMPB Klaim Bus Rombongan Massa Asal Pati Diintervensi dan Dicegat Polisi

Dari sisi estetika bangunan, terdapat ketidaksesuaian antara pintu, jendela, dan jalusi. Jendela serta jalusi menggunakan.

Pembangunan SD Bugel, Kabupaten Kulon Progo, sendiri menggunakan anggaran APBD Kulon Progo sebesar kurang lebih Rp3 miliar.

Kini gedung tersebut sudah digunakan untuk proses belajar mengajar tetapi membuat semua kalangan was-was.

Dari hasil pantauan Komisi 3 DPRD Kulon Progo terekomendasi, agar kontraktor yang mengerjakan SD Bugel segera memperbaiki gedung tersebut sebelum masa pemeliharaan berakhir.

Liputan : W Maryanti

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *