Mataram, Proliman News — Ratusan wisatawan domestik dan mancanegara memilih menyudahi liburan lebih awal dan meninggalkan kawasan destinasi Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Langkah eksodus ini terjadi akibat terputusnya distribusi pasokan air bersih yang melanda kawasan pulau tersebut.
Berikut poin-poin utama terkait krisis air bersih di Gili Trawangan:
- Lumpuhnya Fasilitas Publik: Terhentinya aliran air tawar mengganggu operasional utama sektor perhotelan, restoran, serta kebutuhan sanitasi dasar warga dan wisatawan.
- Dampak Sektor Pariwisata: Banyak wisatawan membatalkan durasi penginapan (early check-out) dan beralih ke destinasi lain, memicu potensi kerugian material bagi pelaku usaha lokal.
- Akar Permasalahan: Gangguan distribusi air dipicu oleh kendala teknis operasional serta persoalan regulasi dan izin penyediaan air tawar di wilayah pulau kecil tersebut.
Tuntutan Solusi Cepat
Pelaku usaha pariwisata dan warga setempat mendesak Pemerintah Daerah dan pihak terkait untuk segera menyalurkan bantuan air bersih darurat serta menyelesaikan kendala legalitas suplai air demi memulihkan citra pariwisata Gili Trawangan.
Liputan: Galang Andika Pratama



