Yogyakarta, Proliman News – Lagu Minang berjudul Cinan Bana menjadi demikian akrab di telingan rakyat Indonesia.
Saking terkenalnya lagu Minang yang nyanyikan oleh Fauzana ini juga mulai dicover oleh sejumlah penyanyi Jawa diantaranya pesinden cantik Niken Salindy, dan Eny Sagita.
Dengan sentuhan cengkok empuk Niken Salindry dan irama dangdut koplo ala Eny Sagita, lagu Cinan Bana pun kian merasuk di hati masyarakat dari Sabang sampai Merauke.
Aksi dua penyanyi Jawa itu tentu membalas kerja keras penyanyi Minang Fauzana yang lebih dulu telah berhasil mendendangkan lagu pop Jawa berjudul Lestari.
Gaya Fauzana pun tak kalah menariknya ketika membawakan lagu pop Jawa, berjudul Lestari dan sejumlah lagu lain yang kini populer.
Fauzana semakin menarik perhataian publik di Jawa, apalagi kegigihannya menyanyikan lagu – lagu pop Jawa karena ia jatuh hati pada pemuda desa asal Kalidawir, Tulung Agung, Jawa Timur.
Saking cintanya pada Mas Iyun si tukang ngarit, Fauzana bergigih ria belajar bahasa Jawa dan menyanyikan banyak lagu-lagu pop Jawa.
Sementara lagu Cinan Bana juga semakin banyak diputar oleh masyarakat Indonesia, karena liriknya yang elok dan dibawakan oleh biduan cantik Fauzana.
Cinan Bana semakin akrab di telingan publik khususnya di Jawa setelah Niken Salindry dan Eni Sagita ikut mencover lagu tersebut dengan cengkoknya masing-masing.
Cengkok indah, dan liriknya yang aduhai, serta melodinya yang merdu membuat lagu ini begitu cepat mengena di hati masyarakat.
Cinan Bana bercerita tentang perasaan cinta yang mendalam dan kerinduan yang begitu kuat.
Melalui lirik yang sederhana namun menyentuh, Fauzana berhasil menggambarkan betapa dalamnya cinta dan rasa rindu pasa Mas Iyun.
Setiap kata dalam lagu ini mampu menggugah hati siapa saja yang mendengarnya. Berikut lirik lagu Cinan Bana dan terjemahan dalam bahasa Indonesia.
Malu-malu — Malu malu
Malu denai tamalu — Aku merasa malu
Mato lincah — Mata lincah
Mambuek salah tingkah — Membuat salah tingkah
Dek uda gagah bana — Karena kamu ganteng sekali
Mandayo sungguah mandayo — Terpukau sungguh terpukau
Lah bakraso denai nan punyo –Udah berasa aku yang punya
Kanai hati — Terasa dihati
Sabana kanai hati — Sangat terasa dihati
Siang Malam — Siang malam
Uda yo nan tabayang — Kamu yang terbayang
Mimpi denai bamimpi — Mimpi aku bermimpi
Uda jadi sandaran hati — Kamu jadi sandaran hati
Lah bak raso di palaminan — Sudah berasa di pelaminan
Sabana Ciinan — Sangatlah ingin
Ondeh ndeh sabana katuju — Ondeh-ndeh sangatlah suka
Rindu bana taragak bana — Sangat rindu sangat ingin
Jikok indak batamu pandang — Jika tidak bertemu pandang
Sabanalah suko — Sangatlah suka
Ondeh ndeh sabanalah nio — Ondeh-ndeh sangatlah mau
Datanglah datang — Datanglah datang
Tamui denai, katokan cinto jo raso sayang — Temui aku, katakan cinta dan rasa sayang
Kanai hati — Terasa dihati
Sabana kanai hati — Sangat terasa dihati
Siang Malam — Siang malam
Uda yo nan tabayang — Kamu yang terbayang
Mimpi denai bamimpi — Mimpi aku bermimpi
Uda jadi sandaran hati — Kamu jadi sandaran hati
Lah bak raso di palaminan — Sudah berasa di pelaminan
Sabana Ciinan — Sangatlah ingin



