Mahasiswa PPG Bimbingan dan Konseling UAD Latih Anak Binaan LPKA II Yogyakarta Produksi Tegel Carol Sikat

Kondisi anak binaan yang terdapat di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Yogyakarta ada sebagian yang masih bersekolah ada juga yang sudah tidak bersekolah. (fotyo/ist)

Yogyakarta, Proliman News – Anak-anak binaan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) juga berhak memperoleh pendidikan dan ketrampilan.

Karena anak-anak binaan tetaplah anak bangsa yang tengah manapaki tugas perkembangan untuk masa depan yang lebih baik sehingga tetap berhak atas pendampingan.

Karena itulah, Program Studi Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta bekerjasama dengan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LKPA) Kelas II Yogyakarta menyelenggarakan pengabdian masyarakat untuk Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan guna mendapingi dan memberikan ketrampilan bagi anak- anak binaan.

“Pengabdian masyarakat fokus pada pendampingan guna mempersiapkan anak-anak binaan untuk kembali ke masyarakat dengan bekal berbagai keterampilan yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup anak – anak binaan di kemudian hari,” ujar mahasiswa PPG Prajabatan Program Studi Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Azzahra Hanurita Elfani.

Ia menyebutkan, keterampilan yang diberikan adalah pelatihan pembuatan tegel coral sikat. Dengan keterampilan pembuatan tegel coral sikat ini diharapkan bisa digunakan oleh anak –anak binaan sebagai salah satu alternatif karir dimasa depan.

Ditambahkan, pelaksanaan pelatihan pembuatan tegel coral sikat sendiri telah dilaksanakan pada Jumat, 23 Februari 2024 di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Yogyakarta.

Azzahra Elfani mengatakan, pelatihan pembuatan tegel coral sikat terbukti efektif dalam membantu pencapaian tugas perkembangan anak-anak binaan.

BACA JUGA  Perjuangan Berbuah Manis, SMPN 2 Sentolo Borong Juara FLS3N Tingkat Kabupaten

“Terbukti dengan hasil perhitungan skala mengenai kesiapan karir dimana terjadi kenaikan skor antara pre-test dan post-test yang telah dilakukan selama kegiatan,” paparnya lebih lanjut.

 Pemberian pelatihan pembuatan tegel coral sikat tidak hanya membekali anak-anak binaan mengenai keterampilan saja namun juga membantu anak- anak binaan untuk menyalurkan kelebihan energi dan mengekspresikan emosi yang dirasakan.

“Dalam kegiatan membuat tegel coral sikat terdapat tahap menyusun batuan coral agar menjadi bentuk yang indah. Proses penyusunan batuan coral menjadi berbagai bentuk tersebut dapat digunakan sebagai media bagi anak –anak binaan untuk mengekspresikan emosi maupun permasalahan yang tidak mampu disampaikan secara verbal. Anak binaan yang berada dalam Lapas mungkin saja mengalami tekanan yang menimbulkan stres akibat proses adaptasi terhadap perubahan lingkungan yang berbeda,” ungkapnya.

Untuk itu kegiatan selanjutnya yang akan dikembangkan oleh Program Studi Pendidikan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan di LPKA Kelas II Yogyakarta adalah pemberian art therapy (terapi seni) bagi anak binaan untuk dapat membantu mengeksplorasi diri dan menyalurkan emosi yang dirasakan dengan menggunakan media seni kreatif dengan tujuan menciptakan anak binaan yang mandiri, sehat dan mampumencapai aktualisasi diri.

Azzahra Elfani menerangkan, sebagaimana judul program ini adalah  pemberian keterampilan pembuatan tegel coral sikat pada anak-anak binaan LPKA Kelas II Yogyakarta ini tujuannya untuk mengoptimalkan pencapaian tugas perkembangan remaja.

BACA JUGA  Jumat Germas, Senam Pagi Bersama Dewan Pendidikan dan Dinas Dikpora Kabupaten Kulon Progo

Career planning (perencaan karir) merupakan salah satu tugas perkembangan remaja yang harus dicapai secara optimal agar remaja mampu mempersiapkan masa depan dan mencapai aktualisasi diri.

Dalam teori perkembangan karir Donald Super menyebutkan bawasanya remaja usia 14-24 tahun berada pada fase eksplorasi karir. Dalam fase eksplorasi karir ini remaja secara umum telah memikirkan berbagai alternatif karir dimasa depan namun belum sampai pada tahap pengambilan keputusan karir.

Dalam fase eksplorasi karir terdapat proses kristalisasi yaitu dimana informasi karir didapatkan oleh remaja dari lingkungan sekitar seperti sekolah.

Oleh karena itu peran guru bimbingan dan konseling dan orang tua menjadi sangat penting bagi remaja untuk membantu pencapaian tugas perkembangan terkait career planning (perencaan karir).

Tugas perkembangan semua remaja pada hakikatnya adalah sama dalam artian semua remaja diseluruh penjuru dunia pasti akan mengalami, menjalani dan mencapai semua tugas perkembangan tersebut.

Namun pada kenyataannya terdapat sebagian remaja yang terhambat dalam proses pencapaian tugas perkembangan salah satunya adalah anak-anak binaan.

Anak binaan merupakan remaja yang memiliki masalah dengan hukum sehingga mereka harus menjalani masa binaan didalam lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Kondisi anak binaan yang terdapat di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Yogyakarta ada sebagian yang masih bersekolah ada juga yang sudah tidak bersekolah.

Faktor tersebut dapat menjadi salah satu penyebab anak binaan mengalami hambatan dalam pencapaian tugas perkembangan. Untuk mengoptimalkan pencapaian tugas perkembangan pada anak binaan pihak LPKA Kelas II Yogyakarta juga memberikan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan keterampilan anak-anak binaan.

BACA JUGA  UNY Siap Kembangkan Kampus dan Program Baru di Kulon Progo

Hal itu selain untuk membantu anak binaan mencapai tugas perkembangan juga turut memenuhi hak anak seperti pendidikan, kesehatan, gizi dan lingkungan hidup yang layak.

Liputan : Hari Sutanto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *