Nasabah Korban BUKP Wates dan Galur Akan Gelar Aksi Besuk Pagi Mereka Minta Sri Sultan HB X Segera Turun Tangan

Gara-gara tabungan/deposito mereka tidak bisa ditarik dari BUKP Wates dan BUKP Galur, Selasa (22/4/2025) pengurus paguyuban nasabah gelar dialog dengan Ombudsman RI Perwakilan DIY di Lantai Dua, Pasar Bendungan Wates, Kulon Progo. (foto/gondo)

Kulon Progo, Proliman News – Besuk pagi Kamis (24/4/2025) pukul 08.00 WIN ratusan nasabah korban BUKP Wates dan Galur, berencana menggelar aksi menggeruduk kantor kedua Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD) Propinsi DIY tersebut.

Mereka akan menggelar aksi sampai siang, dan mendesak Pemprov DIY untuk bertanggungjawan terhadap dana simpanan mereka baik tabungan maupun deposito yang dua tahun ini tidak bisa dicairkan.

Jika Pemprov DIY tidak memberi respon terhadap aksi mereka, maka aksi lanjutan akan terus digelar dan mereka akan membawa membawa massa lebih banyak lagi ke sejumlah kantor pemerintah.

Ia  mengatakan, sasaran berikutnya minimal mereka akan menggerudug Kantor Bupati Kulon Progo, dan kantor DPRD DIY, hanya jadualnya yang belum diputuskan akan bergerak kapan.

“Kami tidak bisa memperkirakan, berapa jumlah masa yang akan turun ke TKP dalam aksi besuk pagi. Tetapi nasabah korban BUKP Wates dan Galur sudah mencapai ratusan orang sampai siang ini,” ujar Tri Wibowo, Ketua Dua Paguyuban Nasabah Korban BUKP Wates, Rabu (23/4/2025).

Ia mengatakan, aksi ini baru pemanasan atau aksi awal, maka jika Pemprov DIY tetap tidak bertindak dan terus diam di kursinya nasabah korban BUKP di Kulon Progo akan menggalang kekuatan untuk terus menggelar aksi.

“Masih ada korban BUKP lain di luar Wates dan Galur yang belum bergabung hari ini. Tetapi jika dengan aksi pemanasan ini tetap tidak ada respon ya mereka bergabung,” katanya.

BACA JUGA  Garuda Muda Harus Akui Keunggulan Australia 0-1 di Semifinal Piala AFF U-19

Dari nasabah korban BUKP mana saja yang belum bergabung, Tri Wibowo tidak bersedia membuka datanya, namun ia mengatakan mereka sudah saling berkomunikasi.

Pada kesempatan ini juga Pendamping Nasabah Korban BUKP Nasib Wardoyo, menyerukan agar para korban BUKP di Kulon Progo yang masih belum bergabung untuk bisa menghubungi Markas Paguyuban Nasabah BUKP Kulon Progo di Brosot.

“Silahkan semua nasabah korban BUKP yang ada di Kulon Progo segera keluar dari rumahnya bergabung dengan kami dan jika diperlukan setiap kecamatan memiliki Paguyuban Nasabah Korban BUKP,”ujarnya.

Ia mengatakan, ada sejumlah relawan dari nasabah korban BUKP dari Lendah, Panjatan, Pengasih, Girimulyo, dan Kokap yang akan segera membuka posko aduan dan segera bergabung.

Ia mengatakan, ini aksi damai. Tidak bakal ada anarkisme atau perusakan, tetapi juga ia meminta agar Pemprov DIY tidak tinggal diam melihat kesengaraan rakyat ini.

“Kami memohon kepada Ngarso Dalem Sri Sultan HBX untuk memberi perlindungan, berkenan memberi jalan keluar, agar uang nasabah di berbagai BUKP ini segera bisa dicairkan,” ujarnya.

Sementara dari kantor BUKP Wates sejak pagi tadi mobil polisi silih berganti menyambangi demikian juga halnya di kantor BUKP Galur.

Namun belum ada penjelasan dari Polres Kulon Progo terkait riwa riwinya petugas dan mobil polisi di kedua kantor BUKP tersebut.

Liputan : Suyono Sugondo / Anung Marganto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *