Kulon Progo, Proliman News – Gelombang besar setinggi 4 meter terus mengamuk di Pantai Trisik Banaran, Galur, Kulon Progo, hingga saat ini.
Sejumlah bangunan hancur dan hanyut ditelan gelombang besar, dan mengakibatkan kesrusakan parah di kawasan Laguna Pantai Trisik hingga TPI Pantai Trisik.
Ketua Pokdarwis Edy Yulianto menginformasikan, gelombang besar masih mengamuk sampai sekarang.
Kondisi parkiran di kawasan Laguna Pantai Trisik hancur parah hingga separoh lebih hanyut, sementara Kamar Mandi WC bangunan warung dan dua rumah penduduk terancam ambrol.
Selain itu diperoleh informasi pantai selatan Kabupaten Bantul mulai Pandansimo hingga Parangtritis juga poirak poranda diterjang gelombang besar.
warga pemilik bangunan usaha mulai menutup usaha mereka dan mengangkut barang-barang perkakas mereka sejak kemarin siang setelah kawasan ini dihantam gelombang besar hingga 4 meter.
Beberapa orang justriu mendapat berbagai perkakas yang hanyut sebagai barang rosok untuk dikumpulkan setelah terjadinya hantaman gelombang besar ini.
Sementara BMKG menginformasikan gelombang besar di Samudra Hindia termasuk pantai selatan dari Gunungkidul, Bantul dan Kulon Progo akan berlangsung sampai tanggal 15 Agustus 2026 mendatang.
“Potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter di perairan selatan Yogyakarta (termasuk Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul) diperkirakan berlangsung hingga 15 Agustus 2026,” tulis BMKG.
Kondisi ini dipicu oleh peningkatan kecepatan angin dan pola angin timuran yang mendominasi wilayah selatan Pulau Jawa.
Wilayah terdampak, perairan Laut Selatan Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul, dan Samudra Hindia selatan DIY.
Tinggi gelombang yang mencapai 2,5 – 4 meter (kategori tinggi). Penyebabnya yakni peningkatan kecepatan angin dan penguatan arus laut akibat pola angin timuran.
Masyarakat diminta menghindari aktivitas di sekitar pantai selatan untuk sementara waktu.
Nelayan dan pelaku pelayaran diminta waspada terhadap risiko tinggi keselamatan laut.
Liputan : Suyono Sugondo



