Pantai Selatan Pasir Mendit dan Pasir Kadilangu Jangkaran Temon Kulon Progo Hancur Tergerus Abrasi Berbagai Bangunan Hilang

Hujan akan turun mulai siang hingga malam hari di seluruh wilayah di DIY.(foto/dok)

Kulon Progo, Proliman News – Kawasan pantai selatan di Dukuh Pasir Mendit dan Pasir Kadilangu, Jangkaran, Temon, Kulon Progo hancur tergerus abrasi.

Sejumlah bangunan pariwisata hanyut, dan 8 hektar tambak udang hilang tak berbekas. Abrasi tercatat telah menghancurkan kawasan ini sedikitnya 100 meter dari bibir pantai sepanjang 3 kilometer hingga wilayah Gedangan yakni perbatasan Kulon Progo DIY dengan Purworejo Jateng.

Abrasi bahkan terus bergerak dan semakin mendekati daratan hingga warga kawatir abrasi akan menghancurkan lingkungan wisata mangrove di selatan pemukiman warga.

Dukuh Pasir Mendit Risdiyanto ketika dikonfirmasi Kamis (16/10/2025) menyatakan abrasi di wilayahnya sudah menghancurlan pendopo tempat pertemuan warga, lapak tempat jualan warga dan gardu pandang serta berbagai bangunan lain.

Menurutnya abrasi ini sudah berlangsung sejak tiga bulan terakhir, terutama sejak pembangunan pemecah gelombang di Pantai Congot selesai dibuat.

“Rupanya pemecah gelombang tersebut justru membuat gelombang laut di sisi barat semakin keras menghantam pantai hingga terjadilah abrasi sekarang ini,” katanya.

Sementara 8 hektar tambak udang milik warga setempat juga tidak ada lagi bekasnya setelah dilumat abrasi dua minggu lalu.

Tambak udang ini menjadi mata pencaharian warga selama puluhan tahun, sehingga ketika tambak hancur kini perekonomian warga kacau.

“Kebanyakan warga kan tidak bertani, tidak memiliki lahan pertanian. Warga itu hanya hidup dari tambah, dan usaha lain,” tambahnya.

BACA JUGA  BAGUNA PDIP Kulon Progo Serahkan Bantuan Kepada Keluarga Sujiyanto Korban Tanah Longsor di Hargowolis Kokap

Ia mengaku sampai kondisinya hancur seperti ini belum ada satu pun pejabat pemerintah baik Kabupaten Kulon Progo maupun Propinsi DIY yang ngaruhke.

“Pernah ditinjau pejabat di tingkat Kapanewon Temon, tetapi juga tidak memberi solusi apa-apa, jarena memang bukan kelasnya,” tambah Risdiyanto.

Risdiyanto berharap pejabat pemerintah hadir di tengah masyarakaty dan melakukan upaya agar abrasi tidak berlanjut hingga menyentuh pemukiman warga.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *