Pemkab Kulon Progo dan BOB Kebut Pembangunan Jalan Wisata Plono-Nglinggo demi Dongkrak Ekonomi Menoreh

Harapan saya, lewat akses yang semakin memadai ini, sektor pariwisata dapat berkembang pesat. (Foto/Dok)

Kulon Progo, Prolimannews – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bersama Badan Otorita Borobudur (BOB) tengah mempercepat penuntasan proyek jalur penghubung menuju kawasan wisata Plono-Nglinggo. Langkah strategis di kawasan perbukitan Menoreh ini diambil guna memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

​Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan ini merupakan komitmen pemerintah dalam memaksimalkan potensi pariwisata daerah. Sektor ini dinilai efektif menjadi motor penggerak kesejahteraan warga.

​”Harapan saya, lewat akses yang semakin memadai ini, sektor pariwisata dapat berkembang pesat. Kemudahan akses bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menjangkau Kulon Progo diharapkan mampu mengangkat perekonomian warga sekitar,” tutur Agung pada Selasa (30/6/2026).

​Proyek ini sendiri merupakan kelanjutan dari pengerjaan tahap pertama sepanjang 1 kilometer yang telah rampung pada awal tahun 2025. Saat ini, pemerintah berfokus menyelesaikan sisa ruas jalan sepanjang 2,47 kilometer dari total target keseluruhan yang mencapai 3,47 kilometer.

​Pengerjaan infrastruktur tersebut merupakan hasil sinergi lintas instansi, melibatkan Pemkab Kulon Progo, BOB, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) DIY.

​Plt. Direktur Utama BOB, Yusuf Hartanto, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa rampungnya jalan sepanjang 1 kilometer pada tahap pertama terbukti meningkatkan angka kunjungan wisatawan secara signifikan, khususnya pada akhir pekan.

BACA JUGA  UNY Siap Kembangkan Kampus dan Program Baru di Kulon Progo

​”Kami optimistis, jika jalur ini tersambung sepenuhnya hingga ke atas, wisatawan akan semakin nyaman menikmati keindahan Bukit Menoreh. Langkah ini sekaligus membuka peluang ekosistem pariwisata yang lebih luas di kawasan Nglinggo,” kata Yusuf.
​Dari sisi teknis, Satker PJN DIY terus melakukan percepatan pengerjaan di lapangan, termasuk merampungkan jembatan sepanjang 54 meter yang menghubungkan wilayah DIY dengan Jawa Tengah. Seluruh rangkaian proyek ditargetkan selesai sepenuhnya pada triwulan ketiga atau keempat tahun 2026.

​Meski proses pembebasan lahan masih berjalan, pemerintah memastikan bahwa penuntasan proyek jalan ini tetap menjadi prioritas utama.

​Sebagai langkah pendukung infrastruktur fisik, Pemkab Kulon Progo kini gencar membina kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan para pengelola destinasi lokal. Upaya ini bertujuan mempersiapkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) setempat agar mampu memberikan pelayanan terbaik saat terjadi lonjakan kunjungan wisatawan pasca-rampungnya proyek jalan tersebut.

​Jalur Plono-Nglinggo diproyeksikan menjadi urat nadi baru pariwisata yang tidak hanya mempermudah mobilitas pelancong, melainkan juga memperkuat konektivitas antardaerah dalam mendukung pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *