Perang India – Pakistan Merupakan Beban Sejarah Masa Lalu, Jaka Triyana: History Belum Tuntas.

India telah melakukan sebuah invasi militer ke Pakistan dengan nama Operasi Sindoor pada akhir bulan lalu. (foto/ist)

Yogyakarta, Proliman News – India telah melakukan sebuah invasi militer ke Pakistan dengan nama Operasi Sindoor pada akhir bulan lalu.

Serangan tersebut menargetkan sembilan wilayah itu diklaim sebagai respons atas serangan teror kelompok bersenjata di Pahalgam yang menewaskan 26 turis Hindu pada 22 April lalu, dimana New Delhi menyalahkan Islamabad atas pembantaian tersebut.

Pertikaian antara India versus Pakistan itu sendiri telah dimulai sejak pemisahan keduanya pada tahun 1947. Terjadinya pelanggaran wilayah tersebut akibat beban Sejarah masa lalu yang belum tuntas.

Pakar Hukum Internasional UGM Heribertus Jaka Triyana kepada Prolimannews.id mengungkapkan bahwa Perang India versus Pakistan adalah produk history masa lalu dan masih belum tuntas.

“Hal ini disebabkan adanya sentimen agama yang menjadi karakter kuat motivasi konflik sejak pemisahan kolonial agama,”ungkapnya pada Minggu pagi (18/5/2025).

Jetto panggilan akrab Jaka Triyana menjelaskan bahwa Pakistan dan India sebagai anggota PBB punya kewajiban untuk menyelesaikan sengketa secara damai.

Jika konflik kedua negara masuk dan telah diinterpretasikan membahayakan perdamaian dan keamanan dunia pasti Dewan Keamanan akan mengeluarkan resolusi untuk memaksa kedua negara mengakhiri konflik.

“Aksi saling serangan itu berlangsung sekitar empat hari dan berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu pekan lalu,”jelas Jetto.

Jetto menegaskan bahwa dalam hukum Internasional setiap negara wajib tunduk dan patuh untuk menjaga  perdamaian dan keamanan dunia.

BACA JUGA  Dua Calon Jamaah Haji Kulon Progo Batal Berangkat, Bupati Lepas 330 Calhaj di Masjid Agung

Dari invasi India tersebut ada tiga Kerugian India dalam Perang Melawan Pakistan 1.

Korban Jiwa Militer dan Sipil Sebanyak 13 personel militer India dilaporkan tewas akibat serangan lintas batas dan serangan drone oleh Pakistan, menurut laporan Bangladesh Military Forces.

Selain itu, setidaknya 21 warga sipil tewas, terutama di distrik Poonch, akibat penembakan artileri Pakistan yang menghantam sekolah, tempat ibadah, dan pemukiman. 2. Kerugian Peralatan Militer India kehilangan 5 pesawat tempur, termasuk 3 jet Rafale, 1 jet Su-30MKI, dan 1 jet MiG-29UPG.

Bahkan, dalam pembaruan informasi dari Pakistan, jumlah jet tempur India yang ditembak jatuh ada 6 unit. New Delhi enggan mengkonfirmasi jumlah jet tempur yang ditembak jatuh militer Islamabad.

Liputan : Anung Marganto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *