Proliman News – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan selama sepekan ke depan tanggal 4-7 Mei 2026.
Melansir laman resmi bmkg.go.id, sejumlah wilayah Indonesia diprediksi bakal terdampak hujan dengan intensitas sedang sampai lebat dan sangat lebat.
BMKG menyatakan cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Namun masyarakat perlu mewaspadi adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dikatakan BMKG dapat terjadi di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Papua Pegunungan.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu kedepan, BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari. Masyarakat juga diminta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya.
Selain itu, dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari kedepan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Khusus bagi pengendara kendaraan bermotor, BMKG meminta waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan.
Selain itu, masyarakat diimbau mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir.
Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti olahraga dan wisata.
Oleh karena itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui berbagai kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem.
Liputan: Tim Redaksi



