Kulon Progo, Proliman News – Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta Fajar Gegana mendorong Koperasi Merah Putih di Kabupaten Kulon Progo membuat unit usaha dapur makan bergizi gratis (MBG).
Ini fungsinya untuk menyerap tenaga kerja yang ada di wilayah itu serta untuk mengakomodir potensi lokal yang melimpah.
Fajar Gegana mengatakan koperasi merah putih harus tumbuh dan kita semua harus mendukung sukses makan bergizi gratis (MBG).
“Maka dari itu kami mendorong agar lurah- lurah membikin dapur MBG di kalurahan masing-masing,” kata Fajar Gegana seperti dikutip Antara.
Ia berharap kedepannya, koperasi merah putih dapat memberdayakan potensi sekitar, misal beras dari petani lokal, sayur dari petani lokal, telur dan ayam dari peternak lokal di lingkungan sekitar bisa terserap.
Jika koperasi merah putih memiliki usaha dapur MBG ( jika regulasinya memungkinkan) kenapa tidak.
“Kami mendorong di tahun depan koperasi merah putih sudah beroperasi semua dan tidak bertabrakan dengan BUMDes, unit usaha yang sudah dikelola BUMDes, jangan ditumpangi lagi dengan kegiatan koperasi merah putih,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan ini.
Sontak pernyataan polisiti PDIP tersebut mendapat tanggapan banyak pihak.
Salah satunya Ketua DPC Partai Gelora Kulon Progo, Bambang Susilo yang menyatakan seyuju dengan pemikiran Fajar Gegana.
“Hanya apakah Koperasi Merah Putih, atau Kalurahan punya modal untuk membangun dapur MBG? Apakah mereka bisa mendapatkan minimal penerima manfaat sebanyak 2000 orang,” katanya.
Karena di kalurahan-kalurahan di berbagai pelosok wilayah itu hanya memiliki dua atau tigak Sekolah Dasar, beberapa Taman Kanak-Kanak dan PAUD.
“Kalau pun ditambah lansia, dan kelompok penerima lain, memang ada sejumlah 2000 orang? Jika ada mungkin usulan tersebut bagus juga,” tambahnya.
Yang penting baginya adalah apakah kalurahan punya modal pendirian dapur MBG, lalu apakah mereka memiliki tenaga ahli yang cukup, untuk mengelola dapur MBG, dan seterusnya.
“Kalau untuk mengakomodir tenaga kerja bisa jadi cocok, mengakomodir melimpahnya bahan baku dan hasil produksi pangan cocok juga, yang belum ketemu adalah apa boleh Koperasi merah Putih mengelola MBG, “ tandanya meyakinkan.
Liputan : Suyono Sugondo



