Yogyakarta, Prolimannews – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi memulai langkah besar dalam memperkuat sistem perkaderan nasional dengan membangun Padepokan Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Fasilitas strategis ini dirancang tidak hanya sebagai pusat pelatihan seni bela diri pencak silat, melainkan juga sebagai kawah candradimuka untuk mencetak kader-kader pemimpin bangsa yang tangguh dan berintegritas.
Langkah ini menegaskan bahwa Tapak Suci, sebagai salah satu organisasi otonom (ortom) tertua di bawah naungan Muhammadiyah, memiliki peran penting yang melampaui aspek olahraga fisik semata. Melalui padepokan baru ini, nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan akan diintegrasikan dalam kurikulum pembinaan yang komprehensif.
”Tapak Suci adalah media dakwah. Di padepokan ini, fisik mereka ditempa agar kuat, namun yang paling utama adalah penanaman akhlak mulia dan mentalitas pejuang demi kemaslahatan umat dan bangsa.”
Tiga Pilar Utama Pembangunan Padepokan
Kehadiran Padepokan Tapak Suci ini diproyeksikan untuk memenuhi tiga fungsi utama dalam ekosistem pembinaan Muhammadiyah:
- Pusat Transformasi Karakter (Character Building): Menjadi ruang kontemplasi, penguatan spiritual, dan pembentukan watak kesatria yang religius serta nasionalis.
- Pusat Prestasi dan Olahraga: Menyediakan fasilitas latihan berstandar modern untuk melahirkan atlet-atlet pencak silat berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
- Pusat Konsolidasi Kader: Menjadi titik temu bagi para pendekar, kader, dan pelatih dari berbagai daerah untuk bertukar gagasan serta memperkuat soliditas organisasi.
Dengan dimulainya pembangunan padepokan ini pada Juni 2026, Muhammadiyah berharap dapat memberikan kontribusi nyata yang lebih besar bagi Indonesia. Langkah ini menjadi jawaban atas tantangan zaman yang membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan kuat secara fisik, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kokoh untuk memimpin bangsa di masa depan.
Liputan: Galang Andika Pratama



