Ratusan Orang Terjebak Permainan Scam Kejahatan Snapboost Milik PT Clot Fas Kids Jakarta

Ia juga mengaku tidak tahu apa kaitannya antara Mentor Utama Kulon Progo ini dengan PT Clot Fas Kids, meski mereka mengirim uang penyertaan permainan kepada perusahaan tersebut melalui transfer. (Foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – PT CLOT FAS KIDS tampaknya terkait dengan aktivitas penipuan atau scam di Indonesia.

Khususnya bersamaan dengan laporan penipuan yang dikenal sebagai pengelola aplikasi Snapboost di Polda Sumatera Selatan, pertengahan April 2026 lalu.

Perusahaan ini sering dikaitkan dengan transaksi online yang mencurigakan, palsu, atau curang, terkadang terkait dengan penipu yang menyamar sebagai layanan pengiriman.

PT CLOT FAS KIDS disebutkan dalam laporan yang menandai aktivitas penipuan Snapboost, yang telah dilaporkan ke polisi.

Sangat penting untuk mewaspadai setiap transaksi, pesan, atau permintaan yang terkait dengan nama ini, karena mungkin merupakan bagian dari penipuan.

Selalu verifikasi keabsahan transaksi online atau entitas apa pun yang meminta informasi untuk menghindari menjadi korban penipuan keuangan.

Aplikasi penghasil uang Snapboost terbukti merupakan bisnis scam atau penipuan.

Salah satu korban dan anggota Snapboost Sugiyanto warga Bendungan, Wates, Kulon Progo, akhirnya pasrah dan menyerah karena Snapboost yang selama ini dibanggakan akhirnya terbukti sebagai kejahatan online.

Sugiyanto menyatakan, hasil bacaannya dari berbagai media mengaku ada penyesalan mendalam dan mengakui Snapboost bukan lagi sahabat, tetapi lawan karena telah merugikan ribuan orang.

Sebuah artikel menyebutkan hingga saat ini tercatat 200.000 anggota Snapboost di seluruh Indonesia, dan kebanyakan di Sumsel, Banten, DKI, Jakarta, Papua, Baturaja dan Pulau Jawa.

“Saya melapor ke Polda DIY dan Polres Kulon Progo setelah membaca laporan sejumlah media bahwa ribuan anggota dengan kerugian diperkirakan Rp 10 miliar, ” katanya Jumat (1/5/2026).

BACA JUGA  Tunggu ! 4 - 5 Juli 2026 Jogja International Kite Festival 2026 Digelar di Barat Jembatan Kabanaran Galur Kulon Progo

Ia melaporkan Snapboost karena orang yang selama ini diwakili oleh mentor Wasi atau Yoyok sejak beberapa waktu ini tidak aktif lagi di group WA yang dia buat dan tidak pernah merespon keluhan anggota, padahal selama sangat aktif dan responsif.

Customer Service Snapboost juga sudah dikunci bahkan beberapa anggota sudah tidak bisa akses lagi ke aplikasi.

Ia mewakili para korban berharap kejahatan ini bisa diungkap karena para pelaku, alamat rekening, dan kerugian yang ditimbulkan sangat jelas.

Adapun rekening yang digunakan sangat jelas, PT ada alamatnya dan BRI digunakan sebagai rekening penampungan kejahatan di antaranya: PT CLOT FAS KIDS 034501001782568

PT Clot Fas Kid BMS Komplex Jl Timbul No 21 Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan,

Yusron Martofa pandamping korban Snapboost Kulon Progo, mengatakan, sudah sangat jelas alamat PT itu ada.

Tetapi, lanjutnya, dana yang berada di dalam sudah kosong dan dikuras.

“Hanya PPATK dan OJK yang bisa menelusuri aliran dana tersebut,” katanya.

Awal mula terbongkarnya scam ini terjadi ketika Yoyok berjanji akan mencairkan dana keuntungan Sugiyanto hingga akan digelar pengajian.

Namun pencairan dibatalkaqn karena Snapboost akan go public di Singapura lewat Initial Public Offering (IPO).

Dari IPO ini pula penarikan dana anggota Snapboost mulai dibatasi, lewat penundaan dua kali, tanggal 3 April 2026, mundur jadi tgl 6 April 2026, mundur lagi ke tanggal 10 April 2026 lalu dialihkan penarikan lewat uang crypto lewat aplikasi Onchain yang sangat menyulitkan dan tidak ada satupun yang berhasil menarik dana.

BACA JUGA  Lajiyo Yok Mulyono: Kami Akan Berjuang Sampai Terwujudnya Rumah Sakit Tipe A di Wilayah Utara Kulon Progo

Ini adakah strategi Snapboost  mengulur waktu agar deposit anggota lewat top up, deposit, terus mengalir ke lima rekening di atas.

Sementara anggota resah dan panic, Yoyok sebagai tempat bertanya utama selama ini sulit dihubungi dan tidak memberikan penjelasan apapun.

Situasi ini yang membuat Sugiyanto yang selama ini ikut mengembangkan jaringan Snapboost memutuskan bahwa ini benar-benar kejahatan.

Berdasarkan pelacakan aggota, alamat rekening BRI yang dipergunakan oleh Snapboost sebagian berada di Jakarta.

Tinggal pihak kepolisian, perbankan dan OJK yang bisa mengungkapkan kejahatan ini.

Anggota Snapboost juga telah berhasil menemukan pemilik asli foto yang dipergunakan oleh Yoyok  sebagai foto profilnya di IG, Tiktok, FB dan WA.

Sebagai catatan, Snapboost pernah berjalan lancar dan menyelenggarakan bakti sosial, dan seminar dan lainnya. Snapboost juga banyak memberikan bonus2 lewat aplikasi.

Bahkan sejumlah pertemuan minimal lima orang juga dibiayai oleh Snapboost. Hal inilah yang membuat banyak orang percaya.

Scam ini sebagian membuat anggota kaget, sementara sebagian lainnya sudah mengantisipasi dan menduga akan bubar.

Mereka yang rugi umumnya adalah yang ikut dua bulan terakhir dan memiliki deposit besar di aplikasi ini karena iming-iming bonus dua kali lipat dan hadiah motor.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *